contoh soal akuntansi perusahaan dagang
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7812747907874053019#editor/target=post;postID=7133452175755240484
1.3 Siklus Akuntansi Pada Perusahaan Dagang
Siklus
Akuntansi pada Perusahaan Dagang tidak berbeda dengan Perusahaan Jasa.
Baik dalam Perusahaan Jasa maupun Perusahaan Dagang, semua transaksi
harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodik dibukukan ke
dalam rekening-rekening di buku besar. Pada akhir periode, saldo-saldo
dari semua rekening dihitung dan dicantumkan dalam neraca lajur sebagai
alat bantu untuk menyusun laporan-laporan keuangan. Jurnal Penyesuaian
dan Jurnal Penutup juga dilaksanakan dalam Perusahaan Dagang, begitu
pula halnya pembuatan neraca saldo setelah tutup buku perlu dikerjakan
sebagai taraf akhir dalam siklus akuntansi.
Meskipun
akuntansi untuk Perusahaan Dagang dalam banyak hal tidak berbeda dengan
Perusahaan Jasa, namun dalam Perusahaan Dagang diperlukan adanya
rekening dan prosedur tertentu untuk pembelian dan penjualan barang
dagangan.
1.3.1 Jurnal
Jurnal
adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi
keuangan dengan menyebutkan akun yang akan di debet atau di kredit
disertai jumlahnya masing-masing dan referensinya. Adapun fungsi dari
jurnal adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Analisis
Yaitu untuk menentukan perkiraan yang di debet dan perkiraan yang di kredit serta jumlahnya masing-masing.
2. Fungsi Pencatatan
Yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit serta keterangan yang perlu.
11
3. Fungsi Historis
Yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.
Adapun bentuk jurnal adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Akun dan Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
Contoh
Berikut ini adalah contoh jurnal dari transaksi-transaksi:
1. Pada tanggal 1 Januari 2009 Tuan Raka menyetorkan uang ke dalam PD. Nusantara sebesar Rp. 500.000.000 sebagai setoran modal.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
01-01-2009
|
Kas
Modal, Tn Raka
(setoran modal Tuan Raka)
|
500.000.000
|
500.000.000
|
2. Pada tanggal 5 Januari 2009 perusahaan membeli sebuah mobil seharga Rp. 150.000.000 secara tunai.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
05-01-2009
|
Kendaraan
Kas
(pembelian kendaraan)
|
150.000.000
|
150.000.000
|
3. Pada tanggal 5 Januari 2009 dibeli barang dagangan dari PT. Mulia Indah seharga Rp. 1.000.000, dengan syarat 2/10, n/30
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
05-01-2009
|
Persediaan barang
Utang Dagang
(pembelian barang dagangan secara kredit)
|
1.000.000
|
1.000.000
|
4. Pada
tanggal 8 Januari 2009 dijual barang dagangan secara kredit kepada CV.
Rahayu Jaya seharga Rp. 500.000, dengan syarat 2/10, n/30. Harga pokok
penjualan barang tersebut adalah Rp. 250.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
08-01-2009
|
Piutang Dagang
Penjualan
HPP
Persediaan Barang
|
500.000
250.000
|
500.000
250.000
|
5. Pada
tanggal 10 Januari 2009 barang dagangan yang dibeli pada tanggal 5
Januari 2009, sebagian diantaranya dikembalikan kepada penjual karena
rusak. Harga barang-barang dagangan yang dikembalikan tersebut seharga
Rp. 300.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
10-01-2009
|
Utang Dagang
Persediaan Barang
|
300.000
|
300.000
|
6. Pada tanggal 14 Januari 2009 melunasi barang dagangan yang dibeli pada tanggal 5 Januari 2009.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
14-01-2009
|
Utang Dagang
Kas
Persediaan Barang
|
700.000
|
686.000
14.000
|
7. Pada tanggal 17 Januari 2009 membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp. 500.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
17-01-2009
|
Asuransi dibayar dimuka
Kas
|
600.000
|
600.000
|
8. Pada
tanggal 17 Januari 2009 diterima kembali sebagian barang dagangan yang
dijual pada tanggal 8 Januari 2009 karena rusak sebesar Rp. 450.000.
Harga pokok barang tersebut adalah Rp. 200.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
17-01-2009
|
Retur dan Potongan Penjualan
Piutang Dagang
Persediaan Barang
HPP
|
450.000
200.000
|
450.000
200.000
|
9. Pada
tanggal 18 Januari 2009 diterima pembayaran dari CV. Rahayu Jaya
sebagai pelunasan atas transaksi penjualan tanggal 8 Januari 2009.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
18-01-2009
|
Kas
Potongan Tunai Penjualan
Piutang Dagang
|
49.000
1.000
|
50.000
|
10. Pada tanggal 26 Januari 2009 dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 1.000.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
26-01-2009
|
Beban Gaji
Kas
|
1.000.000
|
1.000.000
|
11. Pada Tanggal 30 Januari 2009 Pemilik mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 200.000.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
30-01-2009
|
Prive Tn. Raka
Kas
|
200.000
|
200.000
|
1.3.2 Buku Besar
Buku
Besar adalah buku yang berisi semua akun-akun (kumpulan akun) yang ada
dalam laporan keuangan. Buku Besar mencatat perubahan-perubahan yang
terjadi pada masing-masing akun dan pada akhir periode akan tampak saldo
dari akun-akun tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam
jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
Berikut ini bentuk dari Buku Besar.
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
Saldo
|
Proses
posting mengacu ke pencatatan debet atau kredit pada jurnal, yaitu bila
dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu
maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus di
debet.
Contoh
Berdasarkan contoh jurnal pada 1.3.1 dapat dilakukan posting ke Buku Besar sebagai berikut:
1.3.3 Neraca Saldo
Neraca
Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh akun/perkiraan buku
besar. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat
juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar.
Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan
terlebih dahulu. Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa buku besar
secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah
saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun,
keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.
Adapun bentuk dari Neraca Saldo adalah sebagai berikut.
NERACA SALDO
Nama Akun
|
No Akun
|
Debet
|
Kredit
|
Contoh
Berdasarkan contoh Buku Besar pada 1.3.2 dapat disusun Neraca Saldo sebagai berikut.
NERACA SALDO
Nama Akun
|
No. Akun
|
Debet
|
Kredit
|
Kas
|
347.563.000
|
-
| |
Piutang Dagang
|
-
|
-
| |
Persediaan Barang
|
636.000
|
-
| |
Asuransi dibayar dimuka
|
600.000
|
-
| |
Kendaraan
|
150.000.000
|
-
| |
Utang Dagang
|
-
|
-
| |
Modal
|
-
|
500.000.000
| |
Prive Tn. Raka
|
200.000
|
-
| |
Penjualan
|
-
|
500.000
| |
Retur dan Potongan Penjualan
|
450.000
|
-
| |
Potongan Tunai Penjualan
|
1.000
|
-
| |
HPP
|
50.000
|
-
| |
Beban Gaji
|
1.000.000
| ||
Saldo
|
500.500.000
|
500.500.000
|
1.3.4 Jurnal Penyesuaian
Jurnal
Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo
akun-akun ke saldo yang sebenarnya sampai ke periode akuntansi, atau
untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode dengan
periode yang lain.
Contoh
Berdasarkan contoh Neraca Saldo pada 1.3.3 dapat disusun Jurnal Penyesuaian sebagai berikut.
Transaksi Jurnal Penyesuaian tanggal 31 Januari 2009 adalah sebagai berikut:
1. Persediaan barang dagangan per 31 Januari 2009 Rp. 6.000.000
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
31-01-2009
|
Persediaan Barang
HPP
|
6.000.000
|
6.000.000
|
2. Beban Asuransi yang telah terbayar untuk tanggal bulan Januari 2009.
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
31-01-2009
|
Beban Asuransi
Asuransi dibayar dimuka
(asuransi:Rp. 600.000 : 12 = Rp. 50.000/bulan)
|
50.000
|
50.000
|
3. Gaji karyawan yang masih harus dibayar sebesar Rp. 300.000
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
31-01-2009
|
Beban Gaji
Utang Gaji
|
300.000
|
300.000
|
4. Depresiasi kendaraan 10% setahun
Tanggal
|
Akun & Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
31-01-2009
|
Beban depresiasi kendaraan
Akumulasi depresiasi kendaraan
(kendaraan:Rp. 150.000.000 x 10% : 12 = Rp. 1.250.000/bulan)
|
1.250.000
|
1.250.000
|
1.3.5 Neraca Lajur / Kertas Kerja
Neraca
Lajur adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam membuat
penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan. Neraca Lajur disusun
dengan memindahkan data-data Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian.
Berikut ini adalah bentuk dari Neraca Lajur:
NERACA LAJUR
Perkiraan
|
Neraca Saldo
|
Penyesuain
|
Neraca Saldo setelah Penyesuain
|
Rugi-Laba
|
Neraca
| |||||
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
| |
Contoh
Berdasarkan contoh Neraca Saldo pada 1.3.3 dan contoh jurnal penyesuaian pada 1.3.4 dapat disusun neraca lajur sebagai berikut.
PD. Nusantara
Neraca saldo
Per 31 Januari 2009
(dalam ribuan)
Keterangan
|
Neraca Saldo
|
Penyesuaian
|
NSSD
|
R/L
|
Neraca
| ||||||
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
| ||
Kas
|
347,563
|
-
|
-
|
-
|
347,563
|
-
|
-
|
-
|
347,563
|
-
| |
Piutang Dagang
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
| |
Persediaan Barang
|
636
|
-
|
6,000
|
-
|
6,636
|
-
|
-
|
-
|
6,636
|
-
| |
Asuransi dibayar dimuka
|
600
|
-
|
-
|
50
|
550
|
-
|
-
|
-
|
550
|
-
| |
Kendaraan
|
150,000
|
-
|
-
|
-
|
150,000
|
-
|
-
|
-
|
150,000
|
-
| |
Akumulasi Depresiasi Kendaraan
|
-
|
-
|
-
|
1,250
|
-
|
1,250
|
-
|
-
|
-
|
1,250
| |
Utang Dagang
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
| |
Utang Gaji
|
-
|
-
|
-
|
300
|
-
|
300
|
-
|
-
|
-
|
300
| |
Modal
|
-
|
500,000
|
-
|
-
|
-
|
500,000
|
-
|
-
|
-
|
500,000
| |
Prive Tn. Raka
|
200
|
-
|
-
|
-
|
200
|
-
|
-
|
-
|
200
|
-
| |
Penjualan
|
-
|
500
|
-
|
-
|
-
|
500
|
-
|
500
|
-
|
-
| |
Retur dan Potongan Penjualan
|
450
|
-
|
-
|
-
|
450
|
-
|
450
|
-
|
-
|
-
| |
Potongan Tunai Penjualan
|
1
|
-
|
-
|
-
|
1
|
-
|
1
|
-
|
-
|
-
| |
HPP
|
50
|
-
|
-
|
6,000
|
-
|
5,950
|
-
|
5,950
|
-
|
-
| |
Beban Gaji
|
1,000
|
-
|
300
|
-
|
1,300
|
-
|
1,300
|
-
|
-
|
-
| |
Beban Asuransi
|
-
|
-
|
50
|
-
|
50
|
-
|
50
|
-
|
-
|
-
| |
Beban depresiasi Kendaraan
|
-
|
-
|
1,250
|
-
|
1,250
|
-
|
1,250
|
-
|
-
|
-
| |
500,500
|
500,500
|
7,600
|
7,600
|
508,000
|
508,000
|
3,051
|
6,450
|
504,949
|
501,550
| ||
Laba
|
3,399
|
3,399
| |||||||||
6,450
|
6,450
|
504,949
|
504,949
| ||||||||
1.3.6 Laporan Keuangan
Berdasarkan
Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari
disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan
pemakaiannya. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan
manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan terdiri atas sebagai berikut:
1. Laporan Laba Rugi/Income Statement
Yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
2. Laporan Perubahan Ekuitas/Statement of Equity’s
Yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.
3. Laporan Posisi Keuangan/Statement of Financial Position
Yaitu
laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang
meliputi aktiva, kewajiban, dan ekuitas pada suatu saat tertentu.
Contoh
Berdasarkan contoh neraca lajur pada 1.3.5 dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut:
PD. Nusantara
| |||
Laporan Rugi-Laba
| |||
Untuk Bulan Yang Berakhir Tanggal 31 Januari 2009
| |||
Penjualan
|
Rp 500,000
| ||
Retur dan Potongan Penjualan
|
Rp 450,000
| ||
Potongan Tunai Penjualan
|
Rp 1,000
| ||
Rp (451,000)
| |||
Penjualan Bersih
|
Rp 49,000
| ||
Harga Pokok Penjualan
|
Rp 5,950,000
| ||
Laba Kotor
|
Rp 5,999,000
| ||
Beban Operasional:
| |||
Beban Gaji
|
Rp 1,300,000
| ||
Beban Asuransi
|
Rp 50,000
| ||
Beban depresiasi Kendaraan
|
Rp 1,250,000
| ||
Rp (2,600,000)
| |||
Laba Bersih
|
Rp 3,399,000
| ||
PD. Nusantara
| |||
Laporan Perubahan Ekuitas
| |||
Untuk Bulan Yang Berakhir Tanggal 31 Januari 2009
| |||
Modal, Tn. Raka per 1 Januari 2009
|
Rp 500,000,000
| ||
Laba Bersih Bulan Januari 2009
|
Rp 3,399,000
| ||
Prive Tn. Raka
|
Rp (200,000)
| ||
Modal, Tn. Raka Per 31 Januari 2009
|
Rp 503,199,000
| ||
PD. Nusantara
| |||
Laporan Posisi Keuangan
| |||
31 Januari 2009
| |||
Aktiva
| |||
Aktiva Lancar
| |||
Kas
|
Rp 347,563,000
| ||
Persediaan Barang
|
Rp 6,636,000
| ||
Asuransi dibayar dimuka
|
Rp 550,000
| ||
Jumlah Aktiva Lancar
|
Rp 354,749,000
| ||
Aktiva Tetap
| |||
Kendaraan
|
Rp 150,000,000
| ||
Akumulasi Depresiasi Kendaraan
|
Rp (1,250,000)
| ||
Jumlah Aktiva Tetap
|
Rp 148,750,000
| ||
Total Aktiva
|
Rp 503,499,000
| ||
Pasiva
| |||
Kewajiban
| |||
Utang Gaji
|
Rp 300,000
| ||
Ekuitas
| |||
Modal, Tn. Raka
|
Rp 503,199,000
| ||
Total Pasiva
|
Rp 503,499,000
| ||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar