Minggu, 10 November 2013

uts pengantar manajemen


UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN


http://bisnis-jabar.com/wp-content/uploads/2012/07/Upi.jpg

Oleh :
ASRI SULASTRI APRILIYANI
1307183
KELAS A
PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS



UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya penjatkan kehadiran Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangannya. Terimakasih saya ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah pengantar manajemen yaitu Bapak Budi Santoso beserta Ibu Hj. Sumiyati yang telah memberikan banyak ilmunya kepada saya dan juga telah membimbing saya selama belajar mata kuliah ini. Terimakasih juga saya ucapkan kepada orangtua, teman-teman dan semua pihak yang telah membantu secara materil dan juga moril selama pengerjaan makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Ganjil Tahun Akademik 2013/2014 mata kuliah Pengantar Manajemen. Adapun  isi makalah memuat soal yang telah diberikan oleh dosen dan juga jawabannya.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa isi makalah ini belumlah sempurna, maka dari itu saya mohon maaf apabila dalam isinya terdapat banyak kekurangan ataupun ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan. Karena saya masih dalam tahapan belajar.

                                                                                                        Bandung, November 2013


                                                                                                        Asri Sulastri Apriliyani
Ujian Tengah Semester Ganjil
Tahun Akademik 2013/2014

MATA KULIAH         : PENGANTAR MANAJEMEN
SKS                                : 3 SKS
DOSEN                         : 1. BUDI SANTOSO
                                         2. HJ. SUMIYATI, SE., M.Si
HARI/TANGGAL       : SENIN/4 NOVEMBER 2013
WAKTU                       : SATU MINGGU
TEMPAT                      : Garnadi G.02
SIFAT UJIAN              : TAKE HOME

Petunjuk :
1.      Jawablah pertanyaan di bawah ini
2.      Buat dalam bentuk makalah dengan identitas yang lengkap
3.      Cantumkan rujukan yang jelas
4.      Kumpulkan dalam bentuk soft file, gabungkan 1 cd untuk 1 kelas
5.      Dikumpulkan pada pertemuan berikutnya
6.      Jawaban tidak boleh persis sama.


Soal :
1.      Mengapa manusia berkepentingan dengan manajemen?
Jawab :
Karena tidak ada suatu kegiatan pun yang dapat dilakukan tanpa adanya manajemen yang baik selain itu manajemen juga berkepentingan sebagai alat atau kekuatan yang dapat dipakai oleh suatu kelompok manusia yang bekerja sama untuk mengejar tujuan yang diinginkan agar tercapai hasil yang efektif, efisien, produktif dan memuaskan. Menurut Peter F. Drucker manusia berkepentingan dengan manajemen karena manajemen menyentuh dan mempengaruhi hamper semua kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara.

2.      Apa perbedaan manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni?
Jawab :
a.       Suatu bidang Ilmu Pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan. Manajemen sebagai ilmu yaitu manajemen berfungsi sebagai teori dasar dalam pelaksanaan manajerial. Ilmu manajemen adalah ilmu yang bukan hanya sekedar mencapai kebenaran dipandang dari segi kepentingan kaum elit para ilmuan, akan tetapi merupakan ilmu terapan yang dapat dipelajari dan diamalkan bagi kepentingan umat didalam organisasi. Pada kenyataannya manajemen memiliki cirri-ciri dan syarat-syarat agar suatu pengetahuan bisa dikatakan sebagai ilmu yaitu : 1. Mempunyai objek pengenal; 2. Mempunyai metode; 3. Mempunyai sistematika; 4. Bersifat umum (universal).
b.      Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat. Manajemen sebagai seni yaitu penerapan dari pengetahuan ke realita melalui kompromi serta dirancang untuk mendapatkan hasil keseluruhan yang baik. Tujuannya adalah membantu memikirkan usaha-usaha menyusun dan menyelenggarakan tata kerja sama yang efektif dan efisien. Dengan demikian seni adalah suatu kemahiran dalam kinerja/performance yang diperoleh karena genetic, pengalaman, pengetahuan yang sadar menuntut kebenaran, bermetode, dan bersistem serta mempunyai objek pengenal.
Kaitannya antara manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni sangatlah bergantung karena teori tanpa praktek tentu tidak akan efektif dan begitupun sebaliknya.

3.      Dalam perkembangannya manajemen didasarkan 2 aliran, sebutkan dan jelaskan !
Jawab :
a.      Teori Manajemen Klasik 
Pelopornya adalah Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follet, Herberd Simon, Chester I. Banard. Manajemen klasik timbul dari kebutuhan akan pedoman untuk mengelola organisasi yang kompleks, misalnya sebuah pabrik.  Manajemen itu tidak dilahirkan, tetapi dapat diajarkan, asalkan prinsip-prinsip mendasari dan teori umum manajemen dapat diterapkan.  Menurut Fayol (Robbins dan Coulter, 1999), manajemen adalah sebuah kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah tangga.  Ia mengungkapkan ada 14 prinsip manajemen yang merupakan kebenaran universal yang merupakan prinsip umum manajemen, yaitu :
1.      Pembagian kerja
2.      Otoritas
3.      Tata tertib
4.      Kesatuan komando
5.      Kesatuan arah
6.      Subordinasi kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
7.      Balas jasa
8.      Sentralisasi
9.      Rantai skalar / hirarki
10.  Tatanan
11.  Kesamaan
12.  Kemantapan para karyawan dalam pekerjaannya
13.  Inisiatif
14.  Semangat korps.

Fayol juga membagi perusahaan dalam 5 bidang kegiatannya, yaitu teknis (produksi), komersial (pemasaran), keamanan, akuntansi, dan manajerial.
Para ahli teori manajemen klasik dibatasi oleh pengetahuan pada zamannya, namun banyak dari teori klasik itu tetap bertahan sampai sekarang.  Manajemen klasik masih diterima sampai sekarang, karena membuat pemisahan kerja.
Kelebihan Manajemen Klasik :
Manajemen klasik mebuat pemisahan bidang-bidang utama praktek para manajer, sehingga sampai sekarang masih dapat diterima oleh para manajer praktisi (praktek).

     Kekurangan Manajemen Klasik :
Dalam organisasi modern yang kompleks seperti sekarang, manajemen klasik dianggap terlalu umum.  Di manajemen modern, terkadang garis wewenang agak kabur.  Saat ini terkadang teknisi bisa mendapat perintah dari manajer pabrik (atasan dari atasan teknisi (mandor)).  Ini membuat pertentangan antara prinsip pembagian kerja dan kesatuan perintah. 



b.      Teori Manajemen Modern 
Pelopornya adalah Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas Mc Gregor, Edar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake and Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker dan ahli-ahli manajemen operasi/manajemen sains.  Manajemen modern adalah perluasan manajemen ilmiah.  Manajemen modern mulai berkembang sejak tahun 1940 an dan banyak menggunakan manajemen sains atau manajemen operasi atau riset operasi sebagai pendekatan ilmu manajemen, yang banyak menggunakan ilmu matematika, fisika, untuk memecahkan masalah oprasional.  Pada awalnya ilmu manajemen operasi digunakan dalam ilmu kemiliteran dalam hal-hal operasional militer.  Tujuan dari manajemen sains/manajemen ilmu adalah untuk memberikan landasan kuantitatif dalam pengambilan keputusan (Gibson, Donelly, Ivancevich, 1996).
Dalam manajemen modern, konsep manajemen dibagi menjadi :
1.        Manajemen berdasarkan hasil.
2.        Manajemen berdasarkan tanggungjawab sosial.
3.        Manajemen berdasarkan sasaran.
4.        Manajemen berdasarkan pengecualian.
5.        Manajemen terapan.
Kelebihan Manajemen Modern :
Banyak digunakan dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari meliputi penganggaran modal, perencanaan produk, manajemen persediaan, penjadwalan, metode antrian, transportasi.
Kelemahan Manajemen Modern :
Konsep manajemen modern sulit dipahami karena perhitungannya yang sulit.


4.      Anda telah mempelajari konsep dasar manajemen dari buku Maman Ukas. Coba uraikan :
a.      Pengertian manajemen
Jawab :
Kata manajemen berasal dari kata to manage yang dalam bahasa Indonesia dapat berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengendalikan, menangani, mengelola, meyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin.
Diartikan secara general bahwa manajemen adalah serangkaian kegiatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

b.      Batasan manajemen
Jawab :
Manajemen sangat banyak sekali definisinya, namun dalam setiap definisi tersebut harus mencakup 3 aspek yang sangat mendasar yaitu adanya tujuan, adanya proses untuk mencapai tujuan dan adanya keyakinan orang-orang yang mengerjakannya. Sementara secara umum karakteristik yang harus ada dalam pembuatan manajemen harus mencakup 5W + 1H yaitu what, who, when, where, why dan how.

c.       Filsafat manajemen
Jawab :
Filsafat manajemen dari tinjauan akademisis adalah pemikiran/pola piker sedalam-dalamnya sampai keakar-akarnya tentang hakekat inti dan nilai daripada manajemen. Atau diartikan pula sebagai pandangan hidup yang merupakan perangkat teori atau system pemikiran yang dapat menuntun kepada pemecahan masalah yang berhubungan dengan tujuan yang ingin di capai dalam kehidupan organisasi. Manusia yang mempunyai pandangan hidup seperti itu apabila menghadapi persoalan atau kejadian,maka secara reflektif dari dalam dirinya segera Nampak tanda-tanda reaktif untuk meresponnya dengan berlandaskan kepada :
1.      Titian pangkal tolak pandangan
2.      Metode : berfikir
3.      System pengorganisasian
4.      Tugas
Kesemua dasar pertimbangan tersebut tergambar dalam benak secara nalar dan berjalan spontan sehingga dalam waktu yang relative singkat,dapat dengan cepat menarik kesimpulan untuk mengambil keputusan.
Kesimpulan, bahwa sekalipun seorang manajer tidak mengharapkan menjadi ilmuan memainkan peranan dalam pengembangan dan penatuan dari penggunaan filsafat manajemen.

d.      Pengorganisasian
Jawab :
Dalam pengorganisasian tersirat dua pengertian yang saling berhubungan yaitu :
a.       Pengertian organisasi secara statis yang merupakan kerangka proses atau wadah penyediaan daripada kegiatan manajemen sehingga memungkinkan didalam pencapaian tujuan
b.      Pengertian pengorganisasian yang dinamis yaitu yang merupakan proses atau suatu system untuk memperinci dan membagikan kegiatan manusia yang berimbang dengan tugasnya secara harmonis untuk mencapai tujuan
Jadi pengorganisasian adalah suatu proses kegiatan untuk memperinci dan mebagikan tugas secara harmonis dan berimbang diantara subsistem yang terkait mendukung tercapainya tujuan.

e.       Organisasi
Jawab :
Orgnisasi berasal dari bahasa latin yaitu ‘organum’ yang artinya alat. Dalam bahasa inggris alat itu mengandung arti suatu organ/anatomi/pemerintahan.
Organisasi merupakan sekumpulan orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab serta bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

f.       Struktur organisasi
Jawab :
Struktur merupakan manifestasi utama dari desain. Struktur adalah penetapan susunan formal dari tiap-tiap bagian organisasi. Dalam tiap-tiap bagian tersebut didefinisikan sebagai suatu pekerjaan yang spesifik yang perlu dilakukan juga mencakup bagaimana pekerjaan tersebut dikelompokkan.

g.      Bagan dan struktur organisasi
Jawab :
Adapun bagan dan struktur organisasi yaitu :
a.       Skema organisasi piramida : bentuk ini memperlihatkan bentuk struktur organisasi yang piramida dimana garis kekuasaan ditentukan dari atas ke bawah kecuali dalam bentuk fungsional dan staff. Bagannya yaitu :
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP3ZxflP8f7V-vLbYJJko7uDIArk5FxlMLW0yMeu29EKqWp6uW6NWxyZLBPN8_AIQlMbEx_JNagO5kcAef19VLW4HJKcXt-SnMIN0NEnKiBX1Kt1YkEHNtE34uMuoyExmnH3WCVO80VB4/s1600/piramida.JPG

b.      Skema organisasi mendatar : skema ini sama saja dengan organisasi yang tegak lurus mengenai pembagian kekuasaan dari pimpinan pada bawahan, hanya saja cara pembuatannya dari samping kiri ke samping kanan seolah-olah sederajat tapi sebenarnya komando dari pimpinan yang ada disamping kita. Bagannya yaitu :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Vom6oMhRdjkFisX7vLNBCc7TlEgekzGg7Ciy49mpggxu_MxIwu-ZnwxPLmLiN4eteFtoqVN-usU181rRoqUJ4mK8tzc4yCFjfJ7YfdWYn9NSuUfX0SMXTJCOBc9izBYbtUo2n3Ftqg0/s320/Bagan+mendatar.JPG
c.       Skema organisasi lingkaran : bentuk ini pimpinan di tengah yang merupakan center penglihatan, sehingga sekop atau kekuasaan kelihatan jelas, demikian juga hubungan sangat erat sehingga koordinasi kegiatan dapat dengan mudah dilaksanakan. Bagannya yaitu :

http://i14.photobucket.com/albums/a307/kiyowh/lingkaran.jpg
d.      Skema organisasi tegak lurus : bentuk ini hampir sama dengan bentuk piramida, akan tetapi disamping ada garis lurus utama, pada bagian staff terdapat para bawahan yang mendapat perintah dari atasan secara langsung sehingga bentuknya simetris lurus ke atas maupun ke bawah. Bagannya yaitu :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4qdluPdJ7tMQh6cPGOiUHRiFgGrFUnJJKroUgc7EoRshzezWavtJtNiE3wt8EFRBPTiLn-LjQB_ruC4F_lAW_Fwazuo3JJ6C3-g3RommTvg5dDZhXNJ-Fp9150ymaxQbUQCVRSV7kM_xH/s320/03.jpg

h.      Wewenang dan tanggung jawab
Jawab :
Wewenang adalah batasan-batasan apa saja yang berhak dilakukan seseorang dalam kerangka organisasi.wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat dan melakukan aktivitas dalam organisasi. Tanpa adanya wewenang, seseorang tidak boleh berbuat apa-apa.

Tanggung jawab adalah hal-hal yang menjadi kewajiban dan harus dilakukan oleh seseorang dalam organisasi sebagai akibat daripada wewenang yang telah diberikan kepadanya.

i.        Pendelegasian wewenang
Jawab :
Pendelegasian wewenang adalah mewakilkan suatu wewenang yang diberikan oleh orang yang berwenang melakukan suatu hal namun diwakilkan kepada staffnya atau pun bawahannya yang dalam pendelegasiannya itu dilakukan secara lisan ataupun tertulis.
Untuk delegasi wewenang itu betul-betul efektif,sehingga menghilangkan rasa keragu-raguan dank arena yang mendaptkan pendelegasian itu akan dapat berhasil dengan baik,maka lakukanlah dengan cara : 1. Definisikan tanggung jawab,wewenang dan pertanggung jawabannya 2.berikan iklim yang wajar untuk delegasi 3. Kapan delegasi harus dibatalkan 4. Jelaskan ukuran-ukuran pekerjaan  5. Berpeganglah pada pekerjaan yang sudah selesai 6. Pentingnya pendelegasian kekuasaan.

j.        Rentang kendali
Jawab :
Rentang kendali sering disebut juga Span of Management, Span of Executive atau Span of Authority. Adalah batas jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang manager.
Rentang Kendali diperlukan karena adanya Keterbatasan waktu, keterbatasan pengetahuan, Keterbatasan kemampuan, keterbatasan perhatian


k.      Departementasi
Jawab :
Departementasi adalah aktivitas untuk menyusun satuan-satuan yang diperlukan untuk melakukan fungsi yang ada.
Langkah-langkah proses departementasi :
a.       Penentuan maksud dan tujuan
b.      Perumusan rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan
c.       Penentuan kegiatan yang diperlukan
d.      Penjumlahan dan klasifikasi kegiatan
e.       Penggolongan kegiatan
f.       Pembatasan wewenang kepada tiap-tiap golongan

l.        Koordinasi
Jawab :
Koordinasi merupakan azas dari tiap-tiap organisasi yaitu bagaimana menghubungkan dan mempersatukan usaha-usaha orang itu, agar dalam mencapai tujuan bekerja sana yang harmonis dan penuh tanggung jawab. Tugas untuk mengkoordinir yang dibebankan kepada manajemen adalah sebagai akibat dari manajemen adalah fungsi eksekutif yang menghendaki hasil kerja, dari orang-orang yang berlainan dalam sifat-sifat pribadi dan tugasnya untuk dipadukan dengan tujuan yang hendak dicapai.

5.      Buat matrik tentang pemikiran manajemen dilihat dari perkembangan manajemen dari awal kelahirannya sampai dengan saat ini? Gunakan berbagai sumber yang relevan
Jawab :
            Manajemen sebenarnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung, baik di sadari ataupun tidak disadari.
Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya. Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Perkembangan teori menajemen terjadi saat ini adalah  sangatlah pesat. Oleh karena itu , kita harus mempelajari tentang manajemen mengenai sasaran,dan bagaimana proses perkembangan teori teori manajemen dan prinsip prinsip manajemen itu sendiri.
Ada terdapat aliran-aliran pemikir tentang manajemen, sebagai berikut :
A. Aliran klasik ( yang akan di bagi menjadi dua aliran , menejemen ilmiah dan teori organisasi klasik )
B. Aliran hubungan manusiawi ( sering disebut aliran Neoklasik)
C. Aliran menejemen modern
            A. Aliran Klasik
Sebelum sejarah yang disebut  zaman manajemen ilmiah muncul , telah menjadi revolusi industry pada abad ke 19 , yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik. Dan kemudian dibahas dalam teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen dan di uraikan oleh para tokoh dan gagasan mereka.
 Perkembangan awal teori  manajemen
            Ada dua tokoh manajemen ,yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan dibahas disini, yaituRobert Owen dan Charles Babbage .
 Robert Owen ( 1771-1858)
Pada permulaan tahun 1800 an : Robert Owen , seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia.Menekankan penting unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan - perbaikan dalam kondisi kerja , seperti pengurangan hari kerja standar,pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja,membagun perumahan yang lebih baik bagi karayawan  dan mengoperasikan toko perusahaan yang menjual barang-barang dengan murah.



Table :  Sejarah Perkembangan Teori  Manajemen

Periode Waktu
Aliran Manajemen
Kontributor
1870-1930
Manajemen Ilmiah
Fedrick w taylor
Frank dan Lilian Gilbreth
Henry Gannt
Harington
Emerson
1900-1940
Teori Organisasi Klasik
Henti Fayol
Jame J Mooney
1930-1940
Hubungan manusiawi
Hawthorne Studies
Eltion Mayo
Fritz Roenhlisberger
Hugo Monsterberg
1940- Sekarang
Manajemen Modern
Abraham Maslow Chris Argyris, Douglas Mcgregor, Edgar schien, David Mcclelend, Robert Blake dan Jane Mauton , Ernest Dale, Peter Drucker dan sebagai nya, serta ahli - ahli operation research( Management science)



Charles Babbage  (1792-1871 )
Charles Babbge,seorang profesor matematika dari inggris,mencurahkan banyak wktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien.Babbge adalah pengajur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesifikasinya.
1.  MANAJEMEN ILMIAH
Aliran manajemen ilmiah ( scientific management ) ditandai konstribusi-konstribusidari Federick W. Taylor,Frank dan Lillian Gilbreth,Henry L. Gantt,dan Harrington Emerson,yang akan diuraikan satu persatu.
Frederick W. Taylor  ( 1856-1915 )
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Federick Winslow Taylor sekitr tahun 1900 an. Karena karyanya tersebut,Taylor disebut “bapak manajemen ilmiah”. Dalam buku-buku literature,manajemen ilmiah sering diartikn berbeda.
Arti pertama,manajemen ilmiah merupakan penerapan ilmiah meode studi,anlisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
Arti kedua ,manajemenilmiah adalah seperangkat mekanisme - mekanisme atau teknik - teknik “a bag of trick” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah,yaitu:Shop Management,The Principle of Scientific Management,dan Testimony Before the Special House Committee,yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management.
Toylor memberikan prinsip – prinsip dasar dalam penerapan pendekatan pada manajemen , sbb:
·                     Pengembangan metoda-metoda imiah dalam manajemen,agar,sebagai contoh,metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
·                     Seleksi ilmiah untuk karyawan,agar setiap karyawan dapat diberikan taggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
·                     Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
·                     Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
 Frank dan Lillian Gilbreth ( 1868-1924 dan 1878-1972).
Contributor utama dalam aliran ini adalah pasangan suami istri Frenk Bungker danLilian Gilbreth. Dalam aliran ini Frank lebih cenderung terhadap masalah yang sangat efisien, terutama untuk menemukan “cara yang terbaik untuk mengerjakan suatu tugas”.
Sedangkan istrinya Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja ,seperti seleksi,penempatan dan latihan personalia.Dia menuangkan gagasannya dalam buku yamg berjudul” The Psychology of Management”.
Henry L. Gantt ( 1861-1919 )
Seperti Taylor, Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasan,yaitu :
·         Saling menguntungkan antar tenaga kerja dengan manajemen.
·         Seleksi kerjasama ilmiah tenaga kerja
·         Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas.
·         Pengunaan-pengunaan,instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
      Harrington Emerson (1853-1931)
Emerson mengemukakan 12 (dua belas) prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yang secara ringkas adalah sebagai berikut:
·         Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
·                     Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
·                     Adanya staf yang cakap.
·                     Disiplin.
·                     Balas jasa yang adil.
·                     Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg – sistem informasi dan akuntansi.
·                     Pemberian perintah-perencanaan dan pengurusan kerja.
·                     Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
·                     Kondisi yang distandardisasi.
·                     Operasi yang distandarisasi.
·                     Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
·                     Balas jasa efisiensi-rencana intensif.
2TEORI ORGANISASI KLASIK
Henri Fayol, seorang industrialis prancis,mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan oeganisasi – organisasi yang komplek dalam bukunya yang terkenal,administration industrielle et generale(administrasi industrsi dan umum). Dalam teori administrasinya dia memerincikan manajemen menjadi lima unsur , yaitu:Perencanaan, pengorganisasian , Pemberian perintah, Pengkordinasian, Pengawasan.

B. ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Aliran hubungan manusiawi (prilaku manusia atau Neoklasik) muncul karena ketidak- puasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiansi produksi dan keharmonisan kerja.Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustrasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola prilaku yang rasional.
 Ada beberapa ahli yang mencoba melengkapi teori organisasi Klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi,yaitu :
1.                  Hugo Munsterberg ( 1863-1916)
Dia sebagai pencecus psikologi industri’sehingga hugo munsterberg disebut bapak “psikologi industri”. Dalam bukunya Psikology and Industial Effisiensy,dia menguraikan tentang peralatan psikologi untuk mencapai tujuan.
2.                  Elton Mayo (1880-1949)
    Dia mengemukakan bahwa, Hubungan manusia sering digunakan sebagai istilah umumuntuk menggambarkan cara seorang menejer berinteraksi kepad bawahan bawahannya. Itu bertujuan untuk menciptakan hubungan kemanusian yang baik.

C. ALIRAN MANAJEMEN MODERN
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda.Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai prilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah,dikenal sbg aliran kuantitatif (operation research dan management science atau manajemen operasi )
             PRILAKU ORGANISASI
Perkembangan aliran prilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang prilaku manusia dan sistem sosial.Toko-toko aliran ini antara lain :
1.  Abraham Maslow,yang mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan“dalam penjelasannya tentang prilaku manusia dan dinamimika motivasi.
2.  Douglas McGregor dengn teori X dan teori Y nya.
3.  Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
4.  Robert Blake dan Jane Mouton yang membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manejerial (managerial grid).
5.  Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara extensive mengenai empat sistem manajemen, dari system 1 :exploitif-otoriatif sampai system 4: partisipatif kelompok.
6.  Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan
7.  Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem antar hubungan budaya.
8.  Edgar Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi, dan lain-lainnya.
Ada beberap prinsip dasar penting yang disimpulkan dari pendapat para tokoh- tokoh manajemen modern, yaitu sebagai berikut :
1.    Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip)
2.    Manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati hati.
3.    Organisasi sebagai keseluruhan dan pendekatan menejer individual untuk pengawasan sesuai dengan situasi.
4.    Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

            ALIRAN KUANTITATIF
Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia ke II. Rist operasi kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science yang berfungsi untuk penganggaran modal , manajemen aliran kas , scheduling produksi , pengembangan strategi produksi , perencanaan pengembangan sumber daya manusia, penjagaan tingkat persedian yang optimaldan sebagainya
Langkah-langkah pendekatan management science biasanya sebagai berikut:
1.  Perumusan masalah.
2.  Penyusunan suatu model matematis.
3.  Mendapatkan penyelesaian dari model.
4.  Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model.
5.  Penetapan pengawasan atas hasil-hasil.
6.  Pelaksanaan hasil dalam kegiatan-implementasi.

PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan system member manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Sistem pendekatan adalah sangat mendasar sehingga segala sesuatu adalah saling berhubungan tau saling tergantung. Suatu sistem terdiri dari elemen elemen yang saling tergangtung dan saling berhubungan dan bila elemen tersebut berinteraksi maka membentuk suatu kesatuan yang menyeluruh.

PENDEKATAN KONTINGENSI
Pendekatan kontingensi (contingency approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi kehidupan nyata. Menurut pendekatan ini tugas seorang menejer adalah mengidentifikasikan eknik mana , pada situasi tertentu , dibawah keadaan tertentu , dan pada waktu tertentu dana akan membawa pencapaintujuan manajemen.


6.      Dalam mengelola sebuah perusahaan seorang pemimpin perusahaan selalu memikirkan bagaimana perusahaan bias survive dan menjalankan perusahaan dengan baik. Manajemen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mengelola perusahaan tersebut. Berdasarkan hal tersebut coba anda jelaskan apa dan bagaimana tugas dan tanggung jawab manajemen dalam membantu pimpinan perusahaan menjalankan perusahaan supaya berhasil dengan baik !
Jawab :
Manajemen merupakan peta petunjuk apa dan bagaimana suatu tujuan akan dicapai. Tentu peran manajemen itu sendiri sangatlah penting bagi perusahaan terutama bagi pimpinan karena berguna untuk berbagai hal dalam suatu perusahaan.
Dalam mengatur sebuah perusahaan, seorang pimpinan harus mengikuti alur yang telah dibuatnya pda saat proses perencanaan. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang tidak diprediksi sebelumnya disitulah manajemen berguna, dimana seorang pimpinan perusahaan harus memiliki keahlian untuk membuat manajemen strategi.
Perusahaan akan mencapai tujuannya dengan baik dan berhasil jika system manajemennya baik dan terarah tentunya dijalankan oleh orang yang baik pula.

7.      Sebutkan pembagian ilmu manajemen berdasarkan fungsinya dalam kehidupan di abad modern seperti sekarang. Jelaskan ! gunakan sumber rujukan !
Jawab :
Fungsi-fungsi manajemen dapat di singkat dengan POAC (Planning, Organizing, Actuiting dan Controlling) dalam Bahasa Indonesia yaitu perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam suatu system.
a.       Planning (Perencanaan) : dengan perencanaan akan memungkinkan kita dapat memberitahukan kita terlebih dahulu tentang apa yang akan dikerjakan,dengan cara mengikut sertakan para pelaksana untuk diberi kesempatan dalam mengambil beberapa keputusan sehingga mengikat semua dan tanggung jawabnya.dimana kita akan lebih mudah mengendalikannya.
b.      Organizing (Pengoranisasian) : merupakan pekerjaan seorang manajer dalam mengidentifikasikan pekerjaan-pekerjaan yang hatus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan,juga menggolongkan pekerjaan-pekerjaan agar merupakan kesatuan yang seimbang dan menanamkan tanggung jawab dalam setip jabatan yang diperlukan
c.       Actuating (Pergerakan) : kegiatan ini sangat penting dan menentukan sekali, apakah usaha-usaha manajer sebagai pemegang peran utama yang harus memulai,memprakarsai,mengarahkan dan memotivasi semangat anggota atau bawahan cukup mampu mempengaruhi mereka untuk melaksanakan tugas dan mencapai target hasil yang telah ditentukan.
d.      Controlling (Pengawasan) : tujuannya adalah untuk menjamin hasil-hasil operasi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.


8.      Sebutkan beberapa praktek penerapan manajemen secara praktis dalam manajemen bisnis! Seberapa penting peran manajemen dalam bisnis manajemen?
Jawab :
a.       Bisnis online mendahulukan pembayaran dimuka (DP) sebesar 50% untuk mencegah terjadinya penipuan
b.      Dilakukannya pencatatan pada setiap kegiatan transaksi keuangan untuk dapat melihat perkembangan bisnis apakah memperoleh laba atau justru malah rugi
Peran manajemen dalam berbisnis sangatlah penting. Bisnis sangat erat kaitannya dengan masalah financial untuk memperoleh kesejahteraan bagi seseorang. Jika system manajemen dalam berbisnis tidak baik, maka apa yang menjadi tujuan tidak akan tercapai.

9.      Mengapa suatu organisasi membutuhkan manajemen, jelaskan hubungan organisasi dan manajemen?
Jawab :
Karena manajemen adalah hal yang sangat vital yang harus dimiliki organisasi, guna tercapainya tujuan organisasi itu sendiri. Manajemen masuk ke dalam organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses mengatur segala hal dalam organisasi. Manajemen, menurut Robbins, memiliki beberapa fungsi yang harus dilakukannya dalam mengelola organisasi:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Kepemimpinan
4. Pengendalian
Fungsi perencanaan meliputi menentukan tujuan organisasi, menetapkan suatu strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan suatu hirarki rencana yang menyeluruh untuk memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.
Fungsi pengorganisasian merupakan tanggung jawab dalam perancangan struktur organisasi. Fungsi ini mencakup penetapan tugas-tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, di mana keputusan harus diambil.
Semua organisasi terdiri dari orang-orang, dan adalah tugas manajemen untuk mengarahkan dan mengkoordinasi mereka. Inilah fungsi kepemimpinan. Saat mereka memotivasi bawahan, mengarahkan kegiatan orang lain, memilih saluran komuniakasi yangpaling efektif, atau memecahkan konflik antara anggota, mereka itu sedang melaksanakan kepemimpinan.
Fungsi pengendalian merupakan fungsi yang terakhir. Setelah tujuan-tujuan ditentukan, rencana-rencana dirumuskan, pengaturan struktural digambarkan, dan orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan dimotivasi, masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru. Untk memastikan bahwa semua urusan berjalan seperti seharusnya, manajemen harus memantau kinerja organisasi. Kinerja yang sebenarnya harus dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat penyimpangan yang cukup berarti, adalah tugas manajemen utnuk mengembalikan organisasi itu pada jalurnya. Pemantauan, pembandingan, dan kemungkinan mengoreksi inilah yang diartikan dengan fungsi pengendalian.
10.  Jelaskan penerapan manajemen dalam organisasi yang berorientasi profit dan organisasi social!
Jawab :
a.       Penerapan manajemen dalam organisasi yang berorientasi profit mengacu kepada sebuah tujuan yang berkaitan dengan profitabilitas yaitu keuangan. Jadi bagi organisasi yang berorientasi profit, manajer sebisa mungkin membuat system manajerial yang bias mengambil keuntungan yang sangat maksimal bagi perusahaan.
b.      Penerapan manajemen dalam organisasi social mengacu pada kepuasan dari masyarakat/khalayak yang berkepentingan dengan organisasi tersebut tanpa melihat akan sisi keuangannya.

11.  Jelaskan fungsi-fungsi manajemen berdasarkan pendapat ahli!
Jawab :
a.      Fungsi Manajemen Menurut Hendry Fayol :
Ada 5 fungsi Manajemen (PO3C), terdiri dari :
1. Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
2. Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3. Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4.  Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5.  Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.

b.      Fungsi manajemen menurut G. R. Terry
Berikut ini adalah fungsi manajemen menurut Terry:
a.      Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.
b.      Pengorganisasian (organization) yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
c.       Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa memcapai tujuan.
d.      Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.
c.         Fungsi Manajemen menurut luther Gullick ~ Pos Dicorecbug, terdiri dari :
1). Planning  (Perencanaan)
Perencanaan yang kata dasarnya “rencana” pada dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan segala aktifitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di masa depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.
2). Organizing (Pengorganisasian )
Pengoganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama di sekolah. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai pronsip pengorganisasian. Sehingga pengorganisasian dapat disebut sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk memunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan.
Efesiensi dalam pengorganisasian adalah pengakuan terahadap sekolah-sekolah pada penggunaan waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai tujuan, yaitu alat yang diperlukan, pengalokasian waktu, dana dan sumber daya sekolah.
3). Staffing (Penyusunan pegawai)
Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya, staffing juga merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Tetapi agak berbeda dengan fungsi lainnya, penekanan dari fungsi ini lebih difokuskan pada sumber daya yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan diorganisasikan secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Aktifitas yang dilakukan dalam fungsi ini, antara lain menentukan, memilih, mengangkat, membina, membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni pembinaan sumber daya manusia.
4). Directing (Pengarahan)
Pengarahan adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas yang terlibat, baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar, dengan pengarahan staff  yang telah diangkat dan dipercayakan melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang telah ditentukan.
Dalam pelaksanaannya pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan controlling sambil mengawasi, manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana seharusnya pekerjaan dikerjakan. 
 5). Coordinating (Koordinasi)
Koordinating atau pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
 6). Reporting (Pelaporan)
Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
7). Budgeting ( Pembuatan Anggaran)
LUTHER GULLICK mengemukakan bahwa penganggaran termasuk salah satu fungsi manajemen. Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme. 
8). Controlling  (Pengawasan)
Proses pengawasan mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. 
d.      Fungsi Manajemen Menurut Lyndall F. Urwick (1974)
Fungsi Manajemen menurut Lindall F. Urwick ~ SPO3C, terdiri dari
1). Staffing
Staffing adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
2). Planning 
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1.      Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2.      Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3.      Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4.      kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5.      Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6.      Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
3). Organizing
Organizing atau  pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
4). Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
5). Directing / Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
6). Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.