UJIAN
TENGAH SEMESTER
MATA
KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN

Oleh
:
ASRI SULASTRI
APRILIYANI
1307183
KELAS
A
PENDIDIKAN
MANAJEMEN BISNIS
UNIVERSITAS
PENDIDIKAN INDONESIA
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur saya penjatkan kehadiran Allah SWT, karena berkat Rahmat dan
Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik walaupun masih
banyak kekurangannya. Terimakasih saya ucapkan kepada dosen pembimbing mata
kuliah pengantar manajemen yaitu Bapak Budi Santoso beserta Ibu Hj. Sumiyati yang
telah memberikan banyak ilmunya kepada saya dan juga telah membimbing saya
selama belajar mata kuliah ini. Terimakasih juga saya ucapkan kepada orangtua,
teman-teman dan semua pihak yang telah membantu secara materil dan juga moril
selama pengerjaan makalah ini.
Makalah
ini dibuat untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Ganjil Tahun Akademik
2013/2014 mata kuliah Pengantar Manajemen. Adapun isi makalah memuat soal yang telah diberikan
oleh dosen dan juga jawabannya.
Saya
menyadari sepenuhnya bahwa isi makalah ini belumlah sempurna, maka dari itu
saya mohon maaf apabila dalam isinya terdapat banyak kekurangan ataupun
ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan. Karena saya masih dalam tahapan
belajar.
Bandung,
November 2013
Asri Sulastri Apriliyani
Ujian
Tengah Semester Ganjil
Tahun
Akademik 2013/2014
MATA
KULIAH : PENGANTAR MANAJEMEN
SKS : 3 SKS
DOSEN :
1. BUDI SANTOSO
2. HJ. SUMIYATI, SE., M.Si
HARI/TANGGAL : SENIN/4 NOVEMBER 2013
WAKTU : SATU MINGGU
TEMPAT : Garnadi G.02
SIFAT
UJIAN : TAKE HOME
Petunjuk :
1.
Jawablah
pertanyaan di bawah ini
2.
Buat
dalam bentuk makalah dengan identitas yang lengkap
3.
Cantumkan
rujukan yang jelas
4.
Kumpulkan
dalam bentuk soft file, gabungkan 1 cd untuk 1 kelas
5.
Dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya
6.
Jawaban
tidak boleh persis sama.
Soal
:
1.
Mengapa
manusia berkepentingan dengan manajemen?
Jawab :
Karena tidak ada
suatu kegiatan pun yang dapat dilakukan tanpa adanya manajemen yang baik selain
itu manajemen juga berkepentingan sebagai alat atau kekuatan yang dapat dipakai
oleh suatu kelompok manusia yang bekerja sama untuk mengejar tujuan yang
diinginkan agar tercapai hasil yang efektif, efisien, produktif dan memuaskan.
Menurut Peter F. Drucker manusia berkepentingan dengan manajemen karena
manajemen menyentuh dan mempengaruhi hamper semua kehidupan manusia dalam
bermasyarakat dan bernegara.
2.
Apa
perbedaan manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni?
Jawab :
a.
Suatu
bidang Ilmu Pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk
memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan
dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan. Manajemen
sebagai ilmu yaitu manajemen berfungsi sebagai teori dasar dalam pelaksanaan
manajerial. Ilmu manajemen adalah ilmu yang bukan hanya sekedar mencapai
kebenaran dipandang dari segi kepentingan kaum elit para ilmuan, akan tetapi
merupakan ilmu terapan yang dapat dipelajari dan diamalkan bagi kepentingan
umat didalam organisasi. Pada kenyataannya manajemen memiliki cirri-ciri dan
syarat-syarat agar suatu pengetahuan bisa dikatakan sebagai ilmu yaitu : 1.
Mempunyai objek pengenal; 2. Mempunyai metode; 3. Mempunyai sistematika; 4.
Bersifat umum (universal).
b.
Management
adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal,
demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan
maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada
masyarakat. Manajemen
sebagai seni yaitu penerapan dari pengetahuan ke realita melalui kompromi serta
dirancang untuk mendapatkan hasil keseluruhan yang baik. Tujuannya adalah
membantu memikirkan usaha-usaha menyusun dan menyelenggarakan tata kerja sama
yang efektif dan efisien. Dengan demikian seni adalah suatu kemahiran dalam
kinerja/performance yang diperoleh karena genetic, pengalaman, pengetahuan yang
sadar menuntut kebenaran, bermetode, dan bersistem serta mempunyai objek
pengenal.
Kaitannya antara
manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni sangatlah bergantung karena
teori tanpa praktek tentu tidak akan efektif dan begitupun sebaliknya.
3.
Dalam
perkembangannya manajemen didasarkan 2 aliran, sebutkan dan jelaskan !
Jawab :
a.
Teori
Manajemen Klasik
Pelopornya adalah Henry Fayol, James D. Mooney,
Mary Parker Follet, Herberd Simon, Chester I. Banard. Manajemen klasik timbul
dari kebutuhan akan pedoman untuk mengelola organisasi yang kompleks, misalnya
sebuah pabrik. Manajemen itu tidak dilahirkan, tetapi dapat diajarkan,
asalkan prinsip-prinsip mendasari dan teori umum manajemen dapat
diterapkan. Menurut Fayol (Robbins dan Coulter, 1999), manajemen adalah
sebuah kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan
rumah tangga. Ia mengungkapkan ada 14 prinsip manajemen yang merupakan
kebenaran universal yang merupakan prinsip umum manajemen, yaitu :
1.
Pembagian kerja
2.
Otoritas
3.
Tata tertib
4.
Kesatuan komando
5.
Kesatuan arah
6.
Subordinasi
kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
7.
Balas jasa
8.
Sentralisasi
9.
Rantai skalar / hirarki
10.
Tatanan
11.
Kesamaan
12.
Kemantapan para karyawan
dalam pekerjaannya
13.
Inisiatif
14.
Semangat korps.
Fayol juga membagi perusahaan dalam 5 bidang
kegiatannya, yaitu teknis (produksi), komersial (pemasaran), keamanan,
akuntansi, dan manajerial.
Para ahli teori manajemen klasik dibatasi oleh
pengetahuan pada zamannya, namun banyak dari teori klasik itu tetap bertahan
sampai sekarang. Manajemen klasik masih diterima sampai sekarang, karena
membuat pemisahan kerja.
Kelebihan Manajemen Klasik :
Manajemen klasik mebuat pemisahan bidang-bidang
utama praktek para manajer, sehingga sampai sekarang masih dapat diterima oleh
para manajer praktisi (praktek).
Kekurangan Manajemen Klasik :
Dalam organisasi modern yang kompleks seperti
sekarang, manajemen klasik dianggap terlalu umum. Di manajemen modern,
terkadang garis wewenang agak kabur. Saat ini terkadang teknisi bisa
mendapat perintah dari manajer pabrik (atasan dari atasan teknisi (mandor)).
Ini membuat pertentangan antara prinsip pembagian kerja dan kesatuan
perintah.
b.
Teori
Manajemen Modern
Pelopornya adalah Abraham Maslow, Chris Argyris,
Douglas Mc Gregor, Edar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake and Jane Mouton,
Ernest Dale, Peter Drucker dan ahli-ahli manajemen operasi/manajemen
sains. Manajemen modern adalah perluasan manajemen ilmiah.
Manajemen modern mulai berkembang sejak tahun 1940 an dan banyak menggunakan
manajemen sains atau manajemen operasi atau riset operasi sebagai pendekatan
ilmu manajemen, yang banyak menggunakan ilmu matematika, fisika, untuk
memecahkan masalah oprasional. Pada awalnya ilmu manajemen operasi
digunakan dalam ilmu kemiliteran dalam hal-hal operasional militer.
Tujuan dari manajemen sains/manajemen ilmu adalah untuk memberikan landasan
kuantitatif dalam pengambilan keputusan (Gibson, Donelly, Ivancevich, 1996).
Dalam manajemen modern, konsep manajemen dibagi
menjadi :
1.
Manajemen berdasarkan
hasil.
2.
Manajemen berdasarkan
tanggungjawab sosial.
3.
Manajemen berdasarkan
sasaran.
4.
Manajemen berdasarkan
pengecualian.
5.
Manajemen terapan.
Kelebihan Manajemen
Modern :
Banyak digunakan dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari meliputi penganggaran modal, perencanaan produk, manajemen persediaan, penjadwalan, metode antrian, transportasi.
Banyak digunakan dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari meliputi penganggaran modal, perencanaan produk, manajemen persediaan, penjadwalan, metode antrian, transportasi.
Kelemahan Manajemen
Modern :
Konsep manajemen modern sulit dipahami karena perhitungannya yang sulit.
Konsep manajemen modern sulit dipahami karena perhitungannya yang sulit.
4.
Anda
telah mempelajari konsep dasar manajemen dari buku Maman Ukas. Coba uraikan :
a.
Pengertian
manajemen
Jawab :
Kata manajemen berasal dari kata to manage yang
dalam bahasa Indonesia dapat berarti mengurus, mengatur, mengemudikan,
mengendalikan, menangani, mengelola, meyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan
dan memimpin.
Diartikan secara general bahwa manajemen adalah
serangkaian kegiatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b.
Batasan
manajemen
Jawab :
Manajemen sangat banyak sekali definisinya, namun
dalam setiap definisi tersebut harus mencakup 3 aspek yang sangat mendasar
yaitu adanya tujuan, adanya proses untuk mencapai tujuan dan adanya keyakinan
orang-orang yang mengerjakannya. Sementara secara umum karakteristik yang harus
ada dalam pembuatan manajemen harus mencakup 5W + 1H yaitu what, who, when, where,
why dan how.
c.
Filsafat
manajemen
Jawab :
Filsafat
manajemen dari tinjauan akademisis adalah pemikiran/pola piker sedalam-dalamnya
sampai keakar-akarnya tentang hakekat inti dan nilai daripada manajemen. Atau
diartikan pula sebagai pandangan hidup yang merupakan perangkat teori atau
system pemikiran yang dapat menuntun kepada pemecahan masalah yang berhubungan
dengan tujuan yang ingin di capai dalam kehidupan organisasi. Manusia yang
mempunyai pandangan hidup seperti itu apabila menghadapi persoalan atau
kejadian,maka secara reflektif dari dalam dirinya segera Nampak tanda-tanda
reaktif untuk meresponnya dengan berlandaskan kepada :
1.
Titian
pangkal tolak pandangan
2.
Metode
: berfikir
3.
System
pengorganisasian
4.
Tugas
Kesemua dasar pertimbangan tersebut
tergambar dalam benak secara nalar dan berjalan spontan sehingga dalam waktu
yang relative singkat,dapat dengan cepat menarik kesimpulan untuk mengambil
keputusan.
Kesimpulan, bahwa sekalipun seorang manajer tidak mengharapkan menjadi ilmuan memainkan peranan dalam pengembangan dan penatuan dari penggunaan filsafat manajemen.
Kesimpulan, bahwa sekalipun seorang manajer tidak mengharapkan menjadi ilmuan memainkan peranan dalam pengembangan dan penatuan dari penggunaan filsafat manajemen.
d.
Pengorganisasian
Jawab :
Dalam pengorganisasian tersirat dua pengertian yang
saling berhubungan yaitu :
a.
Pengertian
organisasi secara statis yang merupakan kerangka proses atau wadah penyediaan
daripada kegiatan manajemen sehingga memungkinkan didalam pencapaian tujuan
b.
Pengertian
pengorganisasian yang dinamis yaitu yang merupakan proses atau suatu system
untuk memperinci dan membagikan kegiatan manusia yang berimbang dengan tugasnya
secara harmonis untuk mencapai tujuan
Jadi
pengorganisasian adalah suatu proses kegiatan untuk memperinci dan mebagikan
tugas secara harmonis dan berimbang diantara subsistem yang terkait mendukung
tercapainya tujuan.
e.
Organisasi
Jawab :
Orgnisasi berasal dari bahasa latin yaitu ‘organum’
yang artinya alat. Dalam bahasa inggris alat itu mengandung arti suatu
organ/anatomi/pemerintahan.
Organisasi merupakan sekumpulan orang yang memiliki
tugas dan tanggung jawab serta bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
f.
Struktur
organisasi
Jawab :
Struktur merupakan manifestasi utama dari desain.
Struktur adalah penetapan susunan formal dari tiap-tiap bagian organisasi.
Dalam tiap-tiap bagian tersebut didefinisikan sebagai suatu pekerjaan yang
spesifik yang perlu dilakukan juga mencakup bagaimana pekerjaan tersebut
dikelompokkan.
g.
Bagan dan struktur
organisasi
Jawab :
Adapun bagan dan struktur organisasi yaitu :
a.
Skema
organisasi piramida : bentuk ini memperlihatkan bentuk struktur organisasi yang
piramida dimana garis kekuasaan ditentukan dari atas ke bawah kecuali dalam
bentuk fungsional dan staff. Bagannya yaitu :

b.
Skema
organisasi mendatar : skema ini sama saja dengan organisasi yang tegak lurus
mengenai pembagian kekuasaan dari pimpinan pada bawahan, hanya saja cara
pembuatannya dari samping kiri ke samping kanan seolah-olah sederajat tapi
sebenarnya komando dari pimpinan yang ada disamping kita. Bagannya yaitu :

c.
Skema
organisasi lingkaran : bentuk ini pimpinan di tengah yang merupakan center
penglihatan, sehingga sekop atau kekuasaan kelihatan jelas, demikian juga
hubungan sangat erat sehingga koordinasi kegiatan dapat dengan mudah dilaksanakan.
Bagannya yaitu :

d.
Skema
organisasi tegak lurus : bentuk ini hampir sama dengan bentuk piramida, akan
tetapi disamping ada garis lurus utama, pada bagian staff terdapat para bawahan
yang mendapat perintah dari atasan secara langsung sehingga bentuknya simetris
lurus ke atas maupun ke bawah. Bagannya yaitu :

h.
Wewenang dan
tanggung jawab
Jawab :
Wewenang adalah batasan-batasan apa saja yang berhak
dilakukan seseorang dalam kerangka organisasi.wewenang merupakan dasar untuk
bertindak, berbuat dan melakukan aktivitas dalam organisasi. Tanpa adanya
wewenang, seseorang tidak boleh berbuat apa-apa.
Tanggung jawab adalah hal-hal yang menjadi kewajiban
dan harus dilakukan oleh seseorang dalam organisasi sebagai akibat daripada
wewenang yang telah diberikan kepadanya.
i.
Pendelegasian
wewenang
Jawab :
Pendelegasian
wewenang adalah mewakilkan suatu wewenang yang diberikan oleh orang yang
berwenang melakukan suatu hal namun diwakilkan kepada staffnya atau pun
bawahannya yang dalam pendelegasiannya itu dilakukan secara lisan ataupun
tertulis.
Untuk delegasi
wewenang itu betul-betul efektif,sehingga menghilangkan rasa keragu-raguan dank
arena yang mendaptkan pendelegasian itu akan dapat berhasil dengan baik,maka
lakukanlah dengan cara : 1. Definisikan tanggung jawab,wewenang dan pertanggung
jawabannya 2.berikan iklim yang wajar untuk delegasi 3. Kapan delegasi harus
dibatalkan 4. Jelaskan ukuran-ukuran pekerjaan
5. Berpeganglah pada pekerjaan yang sudah selesai 6. Pentingnya
pendelegasian kekuasaan.
j.
Rentang kendali
Jawab :
Rentang
kendali sering disebut juga Span of Management, Span of Executive atau Span of
Authority. Adalah batas jumlah bawahan
langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang
manager.
Rentang Kendali diperlukan karena adanya Keterbatasan waktu,
keterbatasan pengetahuan, Keterbatasan kemampuan, keterbatasan perhatian
k.
Departementasi
Jawab :
Departementasi adalah aktivitas untuk menyusun
satuan-satuan yang diperlukan untuk melakukan fungsi yang ada.
Langkah-langkah proses departementasi :
a.
Penentuan
maksud dan tujuan
b.
Perumusan
rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan
c.
Penentuan
kegiatan yang diperlukan
d.
Penjumlahan
dan klasifikasi kegiatan
e.
Penggolongan
kegiatan
f.
Pembatasan
wewenang kepada tiap-tiap golongan
l.
Koordinasi
Jawab :
Koordinasi merupakan azas dari tiap-tiap organisasi
yaitu bagaimana menghubungkan dan mempersatukan usaha-usaha orang itu, agar
dalam mencapai tujuan bekerja sana yang harmonis dan penuh tanggung jawab.
Tugas untuk mengkoordinir yang dibebankan kepada manajemen adalah sebagai
akibat dari manajemen adalah fungsi eksekutif yang menghendaki hasil kerja,
dari orang-orang yang berlainan dalam sifat-sifat pribadi dan tugasnya untuk
dipadukan dengan tujuan yang hendak dicapai.
5.
Buat
matrik tentang pemikiran manajemen dilihat dari perkembangan manajemen dari
awal kelahirannya sampai dengan saat ini? Gunakan berbagai sumber yang relevan
Jawab :
Manajemen sebenarnya sama usianya
dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam
kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen,
baik langsung maupun tidak langsung, baik di sadari ataupun tidak disadari.
Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar
awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara
tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri.
Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien.
Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah
semakin banyak dan beragama sejenisnya. Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa
sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan di
perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam
segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang
saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Perkembangan teori
menajemen terjadi saat ini adalah sangatlah pesat. Oleh karena itu , kita
harus mempelajari tentang manajemen mengenai sasaran,dan bagaimana proses
perkembangan teori teori manajemen dan prinsip prinsip manajemen itu sendiri.
Ada terdapat aliran-aliran
pemikir tentang manajemen, sebagai berikut :
A. Aliran klasik (
yang akan di bagi menjadi dua aliran , menejemen ilmiah dan teori organisasi
klasik )
B. Aliran hubungan
manusiawi ( sering disebut aliran Neoklasik)
C. Aliran menejemen
modern
A.
Aliran Klasik
Sebelum sejarah yang
disebut zaman manajemen ilmiah muncul , telah menjadi
revolusi industry pada abad ke 19 , yang menyebabkan
meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik. Dan
kemudian dibahas dalam teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen dan di uraikan
oleh para tokoh dan gagasan mereka.
Perkembangan awal
teori manajemen
Ada
dua tokoh manajemen ,yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan
dibahas disini, yaitu: Robert Owen dan Charles
Babbage .
Robert Owen (
1771-1858)
Pada permulaan tahun 1800
an : Robert Owen , seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New
Lanark Skotlandia.Menekankan penting unsur manusia dalam produksi. Dia membuat
perbaikan - perbaikan dalam kondisi kerja , seperti pengurangan hari kerja
standar,pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja,membagun perumahan yang
lebih baik bagi karayawan dan mengoperasikan toko perusahaan yang menjual
barang-barang dengan murah.
Table : Sejarah
Perkembangan Teori Manajemen
|
Periode
Waktu
|
Aliran
Manajemen
|
Kontributor
|
|
1870-1930
|
Manajemen
Ilmiah
|
Fedrick
w taylor
Frank
dan Lilian Gilbreth
Henry
Gannt
Harington
Emerson
|
|
1900-1940
|
Teori
Organisasi Klasik
|
Henti
Fayol
Jame
J Mooney
|
|
1930-1940
|
Hubungan
manusiawi
|
Hawthorne
Studies
Eltion
Mayo
Fritz
Roenhlisberger
Hugo
Monsterberg
|
|
1940-
Sekarang
|
Manajemen
Modern
|
Abraham
Maslow Chris Argyris, Douglas Mcgregor, Edgar schien, David Mcclelend, Robert
Blake dan Jane Mauton , Ernest Dale, Peter Drucker dan sebagai nya, serta
ahli - ahli operation research( Management science)
|
Charles Babbage
(1792-1871 )
Charles Babbge,seorang profesor
matematika dari inggris,mencurahkan banyak wktunya untuk membuat
operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien.Babbge adalah pengajur pertama
prinsip pembagian kerja melalui spesifikasinya.
1. MANAJEMEN
ILMIAH
Aliran manajemen ilmiah (
scientific management ) ditandai konstribusi-konstribusidari Federick W.
Taylor,Frank dan Lillian Gilbreth,Henry L. Gantt,dan Harrington
Emerson,yang akan diuraikan satu persatu.
Frederick W. Taylor ( 1856-1915 )
Manajemen ilmiah mula-mula
dikembangkan oleh Federick Winslow Taylor sekitr tahun 1900
an. Karena karyanya tersebut,Taylor disebut “bapak manajemen ilmiah”. Dalam
buku-buku literature,manajemen ilmiah sering diartikn berbeda.
Arti pertama,manajemen ilmiah merupakan
penerapan ilmiah meode studi,anlisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
Arti kedua ,manajemenilmiah
adalah seperangkat mekanisme - mekanisme atau teknik - teknik “a bag of
trick” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor menuangkan
gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah,yaitu:Shop Management,The
Principle of Scientific Management,dan Testimony Before the Special House
Committee,yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific
Management.
Toylor memberikan prinsip –
prinsip dasar dalam penerapan pendekatan pada manajemen , sbb:
·
Pengembangan
metoda-metoda imiah dalam manajemen,agar,sebagai contoh,metoda yang paling baik
untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
·
Seleksi
ilmiah untuk karyawan,agar setiap karyawan dapat diberikan taggung jawab atas
sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
·
Pendidikan
dan pengembangan ilmiah para karyawan.
·
Kerjasama
yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Frank dan
Lillian Gilbreth ( 1868-1924 dan 1878-1972).
Contributor utama dalam
aliran ini adalah pasangan suami istri Frenk Bungker danLilian
Gilbreth. Dalam aliran ini Frank lebih cenderung terhadap masalah
yang sangat efisien, terutama untuk menemukan “cara yang terbaik untuk
mengerjakan suatu tugas”.
Sedangkan istrinya Lillian
Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja
,seperti seleksi,penempatan dan latihan personalia.Dia menuangkan gagasannya
dalam buku yamg berjudul” The Psychology of Management”.
Henry L. Gantt ( 1861-1919 )
Seperti Taylor, Henry L.
Gantt mengemukakan gagasan-gagasan,yaitu :
· Saling
menguntungkan antar tenaga kerja dengan manajemen.
· Seleksi
kerjasama ilmiah tenaga kerja
· Sistem
insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas.
· Pengunaan-pengunaan,instruksi-instruksi
kerja yang terperinci.
Harrington Emerson (1853-1931)
Emerson mengemukakan
12 (dua belas) prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yang secara
ringkas adalah sebagai berikut:
· Tujuan-tujuan
dirumuskan dengan jelas.
·
Kegiatan
yang dilakukan masuk akal.
·
Adanya
staf yang cakap.
·
Disiplin.
·
Balas
jasa yang adil.
·
Laporan-laporan
yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg – sistem informasi dan akuntansi.
·
Pemberian
perintah-perencanaan dan pengurusan kerja.
·
Adanya
standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
·
Kondisi
yang distandardisasi.
·
Operasi
yang distandarisasi.
·
Instruksi-instruksi
praktis tertulis yang standar.
·
Balas
jasa efisiensi-rencana intensif.
2. TEORI ORGANISASI
KLASIK
Henri Fayol, seorang industrialis
prancis,mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi
pengelolaan oeganisasi – organisasi yang komplek dalam bukunya yang
terkenal,administration industrielle et generale(administrasi industrsi dan umum).
Dalam teori administrasinya dia memerincikan manajemen menjadi lima unsur ,
yaitu:Perencanaan, pengorganisasian , Pemberian perintah, Pengkordinasian,
Pengawasan.
B. ALIRAN HUBUNGAN
MANUSIAWI
Aliran hubungan manusiawi
(prilaku manusia atau Neoklasik) muncul karena ketidak- puasan bahwa yang
dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiansi produksi
dan keharmonisan kerja.Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan
frustrasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola prilaku yang
rasional.
Ada beberapa ahli
yang mencoba melengkapi teori organisasi Klasik dengan pandangan sosiologi dan
psikologi,yaitu :
1.
Hugo Munsterberg ( 1863-1916)
Dia sebagai pencecus psikologi
industri’sehingga hugo munsterberg disebut bapak “psikologi industri”. Dalam
bukunya Psikology and Industial Effisiensy,dia menguraikan tentang peralatan
psikologi untuk mencapai tujuan.
2.
Elton Mayo (1880-1949)
Dia mengemukakan bahwa,
Hubungan manusia sering digunakan sebagai istilah umumuntuk menggambarkan cara
seorang menejer berinteraksi kepad bawahan bawahannya. Itu bertujuan untuk
menciptakan hubungan kemanusian yang baik.
C. ALIRAN MANAJEMEN MODERN
Masa manajemen modern
berkembang melalui dua jalur yang berbeda.Jalur pertama merupakan pengembangan
dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai prilaku organisasi, dan
yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah,dikenal sbg aliran kuantitatif (operation
research dan management science atau manajemen
operasi )
PRILAKU
ORGANISASI
Perkembangan aliran prilaku
organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang prilaku manusia
dan sistem sosial.Toko-toko aliran ini antara lain :
1. Abraham Maslow,yang
mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan“dalam penjelasannya tentang prilaku
manusia dan dinamimika motivasi.
2. Douglas
McGregor dengn teori X dan teori Y nya.
3. Frederick
Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua
faktor.
4. Robert
Blake dan Jane Mouton yang membahas lima gaya
kepemimpinan dengan kisi-kisi manejerial (managerial grid).
5. Rensis
Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara
extensive mengenai empat sistem manajemen, dari system 1 :exploitif-otoriatif
sampai system 4: partisipatif kelompok.
6. Fred
Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi
kepemimpinan
7. Chris
Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem
antar hubungan budaya.
8. Edgar
Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi, dan
lain-lainnya.
Ada beberap prinsip dasar penting yang
disimpulkan dari pendapat para tokoh- tokoh manajemen modern, yaitu sebagai
berikut :
1.
Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu teknik secara ketat (peranan,
prosedur, prinsip)
2. Manajemen
harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara
hati hati.
3.
Organisasi sebagai keseluruhan dan pendekatan menejer individual untuk
pengawasan sesuai dengan situasi.
4.
Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan
organisasi sangat dibutuhkan.
ALIRAN
KUANTITATIF
Aliran kuantitatif ditandai
dengan berkembangnya team-team riset operasi (operations research) dalam
pemecahan masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset
operasi inggris dalam perang dunia ke II. Rist operasi kemudian
diformalisasikan dan disebut aliran management science yang berfungsi untuk
penganggaran modal , manajemen aliran kas , scheduling produksi , pengembangan
strategi produksi , perencanaan pengembangan sumber daya manusia, penjagaan
tingkat persedian yang optimaldan sebagainya
Langkah-langkah pendekatan
management science biasanya sebagai berikut:
1. Perumusan masalah.
2. Penyusunan suatu
model matematis.
3. Mendapatkan penyelesaian
dari model.
4. Pengujian model
dan hasil yang didapatkan dari model.
5. Penetapan
pengawasan atas hasil-hasil.
6. Pelaksanaan hasil
dalam kegiatan-implementasi.
PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan sistem pada
manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang
terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan system member
manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian
dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Sistem pendekatan adalah sangat
mendasar sehingga segala sesuatu adalah saling berhubungan tau saling
tergantung. Suatu sistem terdiri dari elemen elemen yang saling tergangtung dan
saling berhubungan dan bila elemen tersebut berinteraksi maka membentuk suatu
kesatuan yang menyeluruh.
PENDEKATAN KONTINGENSI
Pendekatan kontingensi
(contingency approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti
yang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen
dalam situasi kehidupan nyata. Menurut pendekatan ini tugas seorang menejer
adalah mengidentifikasikan eknik mana , pada situasi tertentu , dibawah keadaan
tertentu , dan pada waktu tertentu dana akan membawa pencapaintujuan manajemen.
6.
Dalam
mengelola sebuah perusahaan seorang pemimpin perusahaan selalu memikirkan
bagaimana perusahaan bias survive dan menjalankan perusahaan dengan baik.
Manajemen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mengelola perusahaan
tersebut. Berdasarkan hal tersebut coba anda jelaskan apa dan bagaimana tugas
dan tanggung jawab manajemen dalam membantu pimpinan perusahaan menjalankan
perusahaan supaya berhasil dengan baik !
Jawab :
Manajemen
merupakan peta petunjuk apa dan bagaimana suatu tujuan akan dicapai. Tentu
peran manajemen itu sendiri sangatlah penting bagi perusahaan terutama bagi
pimpinan karena berguna untuk berbagai hal dalam suatu perusahaan.
Dalam mengatur
sebuah perusahaan, seorang pimpinan harus mengikuti alur yang telah dibuatnya
pda saat proses perencanaan. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang
tidak diprediksi sebelumnya disitulah manajemen berguna, dimana seorang
pimpinan perusahaan harus memiliki keahlian untuk membuat manajemen strategi.
Perusahaan akan
mencapai tujuannya dengan baik dan berhasil jika system manajemennya baik dan
terarah tentunya dijalankan oleh orang yang baik pula.
7.
Sebutkan
pembagian ilmu manajemen berdasarkan fungsinya dalam kehidupan di abad modern
seperti sekarang. Jelaskan ! gunakan sumber rujukan !
Jawab :
Fungsi-fungsi
manajemen dapat di singkat dengan POAC (Planning, Organizing, Actuiting dan
Controlling) dalam Bahasa Indonesia yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pergerakan, dan pengawasan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam
suatu system.
a.
Planning
(Perencanaan) : dengan perencanaan akan memungkinkan kita dapat memberitahukan
kita terlebih dahulu tentang apa yang akan dikerjakan,dengan cara mengikut
sertakan para pelaksana untuk diberi kesempatan dalam mengambil beberapa
keputusan sehingga mengikat semua dan tanggung jawabnya.dimana kita akan lebih
mudah mengendalikannya.
b.
Organizing
(Pengoranisasian) : merupakan pekerjaan seorang manajer dalam
mengidentifikasikan pekerjaan-pekerjaan yang hatus dilaksanakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan,juga menggolongkan pekerjaan-pekerjaan agar merupakan
kesatuan yang seimbang dan menanamkan tanggung jawab dalam setip jabatan yang
diperlukan
c.
Actuating
(Pergerakan) : kegiatan ini sangat penting dan menentukan sekali, apakah
usaha-usaha manajer sebagai pemegang peran utama yang harus memulai,memprakarsai,mengarahkan
dan memotivasi semangat anggota atau bawahan cukup mampu mempengaruhi mereka
untuk melaksanakan tugas dan mencapai target hasil yang telah ditentukan.
d.
Controlling
(Pengawasan) : tujuannya adalah untuk menjamin hasil-hasil operasi agar sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan.
8.
Sebutkan
beberapa praktek penerapan manajemen secara praktis dalam manajemen bisnis!
Seberapa penting peran manajemen dalam bisnis manajemen?
Jawab :
a.
Bisnis
online mendahulukan pembayaran dimuka (DP) sebesar 50% untuk mencegah
terjadinya penipuan
b.
Dilakukannya
pencatatan pada setiap kegiatan transaksi keuangan untuk dapat melihat
perkembangan bisnis apakah memperoleh laba atau justru malah rugi
Peran manajemen
dalam berbisnis sangatlah penting. Bisnis sangat erat kaitannya dengan masalah
financial untuk memperoleh kesejahteraan bagi seseorang. Jika system manajemen
dalam berbisnis tidak baik, maka apa yang menjadi tujuan tidak akan tercapai.
9.
Mengapa
suatu organisasi membutuhkan manajemen, jelaskan hubungan organisasi dan
manajemen?
Jawab :
Karena
manajemen adalah hal yang sangat vital yang harus dimiliki organisasi, guna
tercapainya tujuan organisasi itu sendiri. Manajemen masuk ke dalam organisasi.
Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses mengatur segala hal
dalam organisasi. Manajemen, menurut Robbins, memiliki beberapa fungsi
yang harus dilakukannya dalam mengelola organisasi:
1.
Perencanaan
2.
Pengorganisasian
3.
Kepemimpinan
4.
Pengendalian
Fungsi
perencanaan meliputi menentukan tujuan organisasi, menetapkan suatu strategi
keseluruhan untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan suatu hirarki rencana yang
menyeluruh untuk memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.
Fungsi
pengorganisasian merupakan tanggung jawab dalam perancangan struktur
organisasi. Fungsi ini mencakup penetapan tugas-tugas apa yang harus dilakukan,
siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa
melapor kepada siapa, di mana keputusan harus diambil.
Semua
organisasi terdiri dari orang-orang, dan adalah tugas manajemen untuk
mengarahkan dan mengkoordinasi mereka. Inilah fungsi kepemimpinan. Saat mereka
memotivasi bawahan, mengarahkan kegiatan orang lain, memilih saluran komuniakasi
yangpaling efektif, atau memecahkan konflik antara anggota, mereka itu sedang
melaksanakan kepemimpinan.
Fungsi
pengendalian merupakan fungsi yang terakhir. Setelah tujuan-tujuan ditentukan,
rencana-rencana dirumuskan, pengaturan struktural digambarkan, dan orang-orang
dipekerjakan, dilatih, dan dimotivasi, masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu
yang keliru. Untk memastikan bahwa semua urusan berjalan seperti seharusnya,
manajemen harus memantau kinerja organisasi. Kinerja yang sebenarnya harus
dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat
penyimpangan yang cukup berarti, adalah tugas manajemen utnuk mengembalikan
organisasi itu pada jalurnya. Pemantauan, pembandingan, dan kemungkinan
mengoreksi inilah yang diartikan dengan fungsi pengendalian.
10. Jelaskan
penerapan manajemen dalam organisasi yang berorientasi profit dan organisasi
social!
Jawab :
a. Penerapan
manajemen dalam organisasi yang berorientasi profit mengacu kepada sebuah
tujuan yang berkaitan dengan profitabilitas yaitu keuangan. Jadi bagi
organisasi yang berorientasi profit, manajer sebisa mungkin membuat system
manajerial yang bias mengambil keuntungan yang sangat maksimal bagi perusahaan.
b. Penerapan
manajemen dalam organisasi social mengacu pada kepuasan dari masyarakat/khalayak
yang berkepentingan dengan organisasi tersebut tanpa melihat akan sisi
keuangannya.
11. Jelaskan
fungsi-fungsi manajemen berdasarkan pendapat ahli!
Jawab :
a.
Fungsi
Manajemen Menurut Hendry Fayol :
Ada 5 fungsi
Manajemen (PO3C), terdiri dari :
1. Perencanaan (planning) berupa
penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai
tujuan-tujuannya.
2. Pengorganisasian dan (organizing),
dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan
rencana.
3. Memerintah (Commanding) dengan memberi
arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4. Pengkoordinasian (Coordinating)
dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara
harmonis dalam mencapai tujuannya.
5. Pengendalian
(Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu
sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
b.
Fungsi manajemen
menurut G. R. Terry
Berikut ini adalah fungsi manajemen menurut Terry:
a.
Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari
tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan.
Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan
matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan
kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.
b.
Pengorganisasian (organization) yaitu sebagai cara untuk
mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan
keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
c.
Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan
organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta
menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau
kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa memcapai tujuan.
d.
Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah
gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta
mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara
efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.
c.
Fungsi Manajemen
menurut luther Gullick ~ Pos Dicorecbug, terdiri dari :
1). Planning (Perencanaan)
Perencanaan yang kata
dasarnya “rencana” pada dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan
segala aktifitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa
yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan mengacu pada
pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di masa depan, bagaimana
melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas tersebut
untuk mencapai tujuan secara maksimal.
2).
Organizing (Pengorganisasian )
Pengoganisasian
diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam
kerja sama di sekolah. Kegiatan
pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai pronsip
pengorganisasian. Sehingga pengorganisasian dapat disebut sebagai keseluruhan
proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk
memunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme
kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan.
Efesiensi
dalam pengorganisasian adalah pengakuan terahadap sekolah-sekolah pada
penggunaan waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai tujuan,
yaitu alat yang diperlukan, pengalokasian waktu, dana dan sumber daya sekolah.
3).
Staffing (Penyusunan pegawai)
Seperti
fungsi-fungsi manajemen lainnya,
staffing juga merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Tetapi agak berbeda
dengan fungsi lainnya, penekanan dari fungsi ini lebih difokuskan pada sumber
daya yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan
diorganisasikan secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian.
Aktifitas yang dilakukan dalam fungsi ini, antara lain menentukan, memilih,
mengangkat, membina, membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai
pendekatan dan atau seni pembinaan sumber daya manusia.
4). Directing
(Pengarahan)
Pengarahan adalah
penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas
yang terlibat, baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas
dapat berjalan dengan lancar, dengan pengarahan staff yang telah diangkat
dan dipercayakan melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing tidak menyimpang
dari garis program yang telah ditentukan.
Dalam pelaksanaannya
pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan controlling sambil
mengawasi, manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana
seharusnya pekerjaan dikerjakan.
5). Coordinating
(Koordinasi)
Koordinating atau
pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan
bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan
organisasi. Koordinasi
adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan
pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu
dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu
sendiri.
6).
Reporting (Pelaporan)
Dengan
pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi
kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan
kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga
bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat dalam kaitannya dengan
konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam pembuatan
keputusan oleh manajer.
7). Budgeting (
Pembuatan Anggaran)
LUTHER GULLICK
mengemukakan bahwa penganggaran termasuk salah satu fungsi manajemen.
Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi
melalui perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun
APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua
sebagai suatu mekanisme.
8).
Controlling (Pengawasan)
Proses
pengawasan mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer
mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil
tindakan korektif sebelum terlambat.
d.
Fungsi Manajemen Menurut
Lyndall F. Urwick (1974)
Fungsi Manajemen menurut Lindall F. Urwick
~ SPO3C, terdiri dari
1).
Staffing
Staffing
adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil
kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan
tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
2).
Planning
Berbagai
batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat
rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah
penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan
penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan
apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah
sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di
manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah
tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah
yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah
caranya melaksanakan tindakan itu ?
3).
Organizing
Organizing
atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja
sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah
sasaran.
4).
Controlling
Controlling
atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi
sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan
maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
5).
Directing / Commanding
Directing
atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi
bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan
benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
6).
Coordinating
Coordinating
atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan
bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan
organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar