Usaha menanggulangi
pengangguran dan kemiskinan
1. Menciptakan penghasilan sendiri
a.
Menciptakan penghasilan melalui
utilitas perubahan bentuk
b.
Menciptakan penghasilan melalui
utilitas tempat
c.
Menciptakan penghasilan melalui
utilitas waktu
d.
Menciptakan penghasilan melalui
utilitas kepemilikan
2. Perlu pengembangan wirausaha
a.
Melalui perguruan tinggi dan
universitas
b.
Melalui kementerian koperasi dan
UKM
c.
Melalui kementerian tenaga kerja
dan transmigrasi
3. Pemerintah
4. Kerja sama antara perusahaan besar dengan lingkungan dan usaha kecil
dan menengah
(sadono sukirno :
13) pengangguran adalah suatu keadaan dimana sesorang yang tergolong dalam
angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak
tergolong sebagai penganggur. Sebagai contoh, ibu rumah tangga yang tidak ingin
bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai penganggur.
Seorang anak orang kaya yang tidak bekerja karena gajinya lebih rendah dari
yang diinginkannya juga tidak tergolong ke dalam penganggur. Ibu rumah tangga
dan anak orang kaya tersebut dinamakan sebagai penganggur sukarela.
Penyebab utama
terjadinya pengangguran adalah kurangnya pengeluaran agregat, karena hal ini
berpengaruh terhadap penggunaan tenaga kerja. Pengangguran juga dapat
diakibatkan karena seseorang mencari pekerjaan lain yang lebih baik, penggunaan
peralatan teknologi modern, ketidaksesuaian antara keahlian pekerja dengan
keahlian yang dicari oleh dunia industri, kurangnya kesempatan kerja, tidak ada
minat untuk bekerja, pertumbuhan ekonomi, dsb.
Jenis-jenis
pengangguran ditinjau dari penyebabnya dibedakan menjadi :
1. Pengangguran normal atau friksional
Pengangguran
normal terjadi apabila dalam suatu perekonomian terdapat pengangguran sebanyak
dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja. Hal ini dipandang juga bahwa
ekonomi tersebut sudah mencapai kesempatan kerja penuh. Para penganggur ini
tidak memiliki pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, namun
sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Dalam ekonomi yang berkewmbang
pesat, pengangguran sangat rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sebaliknya,
para pengusaha sulit mendapatkan pekerja. Sehingga mereka mencari pekerja
dengan iming-iming gaji yang besar. Hal ini akan mendorong para pekerja untuk
meninggalkan pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain yang gajinya lebih tinggi
atau lebih sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari kerja ini para
pekerja terpaksa menjadi penganggur, dan penganggur inilah yang kemudian
dinamakan pengangguran normal atau friksional.
2. Pengangguran siklikal
Apabila
permintaan agregat menurun, tentu akan sangat merugikan bagi perusahaan.
Sebagian besar perusahaan kemudian akan menurunkan jumlah produksinya. Keadaan
ini akan mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau bahkan
menutup perusahaannya, sehingga pengangguran pun bertambah. Pengangguran yang
timbul ini dinamakan dengan pengangguran siklikal
3. Pengangguran struktural
Industri
dan perusahaan tidak selamanya berkembang dengan baik, sebagiannya ada yang
mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya barang
baru yang lebih baik, kemajuan teknologi yang dapat mengurangi permintaan
barang tersebut, biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing
dan ekspor produksi yang menurun karena adanya persaingan internasional. Hal
ini akan menyebabkan kegiatan produksi dlaam suatu industri menurun, dan
sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Penganggur ini
kemudian disebut dengan pengangguran struktural karena dipengaruhi oleh
perubahan struktur dalam kegiatan ekonomi.
4. Pengangguran teknologi
Di
era globalisasi ini, berbagai macam alat dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia
tidak terkecuali bagi bidang industri. Banyak mesin-mesin produksi yang
diciptakan dan kemudian digunakan oleh dunia industri yang dianggap lebih hemat
dan lebih produktif. Penggunaan mesin-mesin ini kemudian menggeser peranan
manusia sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja. Para pekerja yang
diberhentikan karena alasan adanya penggunaan teknologi inilah disebut dengan
pengangguran teknologi.
jenis-jenis
pengangguran berdasarkan cirinya
1. Pengangguran terbuka
Pengangguran
ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah
dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin
banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Efek dari
keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak
melakukan suatu pekerjaan dan mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu.
Hal inilah yang dinamakan dengan pengangguran terbuka. Pengangguran terbuka
dapat pula ada karena kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan teknologi yang
mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran
perkembangan suatu industri.
2. Pengangguran tersembunyi
Pengangguran
ini terutama ada di bidang pertanian dan jasa. Setiap kegiatan ekonomi
memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung pada
faktor yang perlu dipertimbangkan seperti besar atau kecilnya perusahaan, jenis
kegiatan perusahaan, mesin yang
digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Dibanyak negar berkembang
seringkali ditemukan bahwa jumlah pekerja yang ada lebih banyak dari jumlah
tenaga kerja yang sebenarnya diperlukan dalam perusahaan tersebut. Kelebihan
penggunaan tenaga kerja inilah yang kemudian disebut dengan pengangguran
tersembunyi. Contohnysa seperti pelayan di restoran dan keluarga petani yang
anggota keluarganya banyak namun mengerjakan luas tanah yang kecil.
3. Pengangguran bermusim
Pengangguran
ini terutama ada di sektor pertanian dan perikanan. Saat musim hujan, para
petani tidak bisa mengerjakan sawahnya dan para nelayan tidak dapat melakukan
pelayaran untuk mencari ikan. Di samping itu, umumnya para petani tidak begitu
aktif bekerja setelah menanam dan menuai. Pada saat para petani atau nelayan
ini tidak melakukan pekerjaan mereka, maka mereka menjadi penganggur.
Penganggur seperti ini disebut pengangguran bermusim.
4. Setengah menganggur
Di
negara berkembang, angka migrasi dari desa ke kota sangatlah besar. Kebanyakan
penduduk yang berpindah tempat ini tidak mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Mereka menjadi pengangguran penuh waktu. Sebagian lain ada yang memiliki
pekerjaan paruh waktu, jam kerjanya lebih rendah dari jam kerja normal.
Misalnya bekerja empat jam perhari atau hanya bekerja 3 hari dalam seminggu.
Para pekerja yang seperti ini disebut dengan setengah menganggur.
Tujuan kebijakan
pemerintah
Tujuan yang
bersifat ekonomi
1. Menyediakan lowongan pekerjaan.
Pertumbuhan
penduduk terus bertambah setiap tahunnya, begitupun jumlah angkatan kerja.
Setiap tahun pasti selalu bertambah. Pemerintah harus mengusahakan menciptakan
lowongan pekerjaan baru setiap tahun untuk angkatan kerja yang semakin
bertambah tersebut. Sehingga jumlah
pengangguran dapat ditekan dan berkurang.
2. Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.
Kenaikan
kesempatan kerja dan pengurangan pengangguran sangat berhubungan dengan
pendapatan nasional dan produksi nasional. Tingkat kemakmuran masyarakat dapat
dihitung secar kasara melalui pendapatan perkapita. Dengan pengadaan kesempatan
kerja yang semakin banyak, maka akan mengurangi angka pengangguran yang
kemudian berpengaruh terhadap penambahan pendapatan nasional dan juga
meningkatkan pendapatan perkapita. Melalui perubahan inilah kemakmuran
masyarakat akan bertambah.
3. Memperbaiki pembagian pendapatan.
Pengangguran
yang semakin tinggi menimbulkan efek yang buruk kepada pemerataan pembagian
pendapatan. Pekerja yang menganggur tidak memperoleh pendapatan. Maka semakin
besar angka pengangguran, semakin besar pula masyarakat yang tidak
berpenghasilan. Dilihat dari sinilah, penambahan kesempatan kerja dapat
digunakan sebagai alat untuk memeperbaiki pemabagian pendapatan dalam
masyarakat.
Tujuan yang
bersifat sosial dan politik
1. Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
Ditinjau
dari segi mikro, tujuan ini merupakan tujuan yang penting. Apabila dalam suatu
rumah tangga banyak orang yang menganggur, maka akan menimbulkan berbagai
masalah. Keluarga tersebut akan memiliki keterbatasan perbelanjaan dan
keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan atau kesehatan. Sehingga upaya
pengadaan kesempatan kerja ini akan meningkatkan kemakmuran kelurga dan
kestabilan keluarga secara tidak langsung.
2. Menghindari masalah kejahatan
Kebutuhan
hidup setiap manusia pasti selalu ada dan cenderung harus terpenuhi. Bagi para
penganggur, mereka tidak memiliki penghasilan yang tentu sementara kebutuhan
mereka harus dipenuhi. Sehingga mereka melakukan usaha apapun untuk memenuhi
kebutuhannya dan bahkan tak jarang sampai melakukan tindak kejahatan. Tidak di
pungkiri, kejahatan dengan pengangguran itu sangat erat kaitannya. Sehingga
penurunan jumlah pengangguran akan berakibat pula pada penurunan jumlah tindak
kejahatan.
3. Mewujudkan kestabilan politik
Kestabilan
politik juga tidak kalah pentingnya dengan tujuan lain. Sebab jika kondisi
politik stabil, maka akan mempermudah pemerintah dalam menjalankan perekonomian
sehingga pertumbuhannya akan terus meningkat. Pengangguran merupakan salah satu
penyebab ketidakstabilan politik, karena pengangguran ini menimbulkan
ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Dalam perekonomian
berpengangguran tinggi, masyarakat seringkali melakukan demonstrasi dan
mengemukakan kritik kepada pemerintah. Hal ini akan berpengaruh terhadap
kestabilan politik.