Senin, 31 Maret 2014

makro



Usaha menanggulangi pengangguran dan kemiskinan
1.       Menciptakan penghasilan sendiri
a.       Menciptakan penghasilan melalui utilitas perubahan bentuk
b.      Menciptakan penghasilan melalui utilitas tempat
c.       Menciptakan penghasilan melalui utilitas waktu
d.      Menciptakan penghasilan melalui utilitas kepemilikan
2.       Perlu pengembangan wirausaha
a.       Melalui perguruan tinggi dan universitas
b.      Melalui kementerian koperasi dan UKM
c.       Melalui kementerian tenaga kerja dan transmigrasi
3.       Pemerintah
4.       Kerja sama antara perusahaan besar dengan lingkungan dan usaha kecil dan menengah

(sadono sukirno : 13) pengangguran adalah suatu keadaan dimana sesorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur. Sebagai contoh, ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai penganggur. Seorang anak orang kaya yang tidak bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong ke dalam penganggur. Ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dinamakan sebagai penganggur sukarela.

Penyebab utama terjadinya pengangguran adalah kurangnya pengeluaran agregat, karena hal ini berpengaruh terhadap penggunaan tenaga kerja. Pengangguran juga dapat diakibatkan karena seseorang mencari pekerjaan lain yang lebih baik, penggunaan peralatan teknologi modern, ketidaksesuaian antara keahlian pekerja dengan keahlian yang dicari oleh dunia industri, kurangnya kesempatan kerja, tidak ada minat untuk bekerja, pertumbuhan ekonomi, dsb.
Jenis-jenis pengangguran ditinjau dari penyebabnya dibedakan menjadi :
1.       Pengangguran normal atau friksional
Pengangguran normal terjadi apabila dalam suatu perekonomian terdapat pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja. Hal ini dipandang juga bahwa ekonomi tersebut sudah mencapai kesempatan kerja penuh. Para penganggur ini tidak memiliki pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, namun sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Dalam ekonomi yang berkewmbang pesat, pengangguran sangat rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sebaliknya, para pengusaha sulit mendapatkan pekerja. Sehingga mereka mencari pekerja dengan iming-iming gaji yang besar. Hal ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain yang gajinya lebih tinggi atau lebih sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari kerja ini para pekerja terpaksa menjadi penganggur, dan penganggur inilah yang kemudian dinamakan pengangguran normal atau friksional.
2.       Pengangguran siklikal
Apabila permintaan agregat menurun, tentu akan sangat merugikan bagi perusahaan. Sebagian besar perusahaan kemudian akan menurunkan jumlah produksinya. Keadaan ini akan mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau bahkan menutup perusahaannya, sehingga pengangguran pun bertambah. Pengangguran yang timbul ini dinamakan dengan pengangguran siklikal
3.       Pengangguran struktural
Industri dan perusahaan tidak selamanya berkembang dengan baik, sebagiannya ada yang mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi yang dapat mengurangi permintaan barang tersebut, biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing dan ekspor produksi yang menurun karena adanya persaingan internasional. Hal ini akan menyebabkan kegiatan produksi dlaam suatu industri menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Penganggur ini kemudian disebut dengan pengangguran struktural karena dipengaruhi oleh perubahan struktur dalam kegiatan ekonomi.
4.       Pengangguran teknologi
Di era globalisasi ini, berbagai macam alat dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia tidak terkecuali bagi bidang industri. Banyak mesin-mesin produksi yang diciptakan dan kemudian digunakan oleh dunia industri yang dianggap lebih hemat dan lebih produktif. Penggunaan mesin-mesin ini kemudian menggeser peranan manusia sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja. Para pekerja yang diberhentikan karena alasan adanya penggunaan teknologi inilah disebut dengan pengangguran teknologi.
jenis-jenis pengangguran berdasarkan cirinya
1.       Pengangguran terbuka
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan dan mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Hal inilah yang dinamakan dengan pengangguran terbuka. Pengangguran terbuka dapat pula ada karena kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
2.       Pengangguran tersembunyi
Pengangguran ini terutama ada di bidang pertanian dan jasa. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung pada faktor yang perlu dipertimbangkan seperti besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan,  mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Dibanyak negar berkembang seringkali ditemukan bahwa jumlah pekerja yang ada lebih banyak dari jumlah tenaga kerja yang sebenarnya diperlukan dalam perusahaan tersebut. Kelebihan penggunaan tenaga kerja inilah yang kemudian disebut dengan pengangguran tersembunyi. Contohnysa seperti pelayan di restoran dan keluarga petani yang anggota keluarganya banyak namun mengerjakan luas tanah yang kecil.
3.       Pengangguran bermusim
Pengangguran ini terutama ada di sektor pertanian dan perikanan. Saat musim hujan, para petani tidak bisa mengerjakan sawahnya dan para nelayan tidak dapat melakukan pelayaran untuk mencari ikan. Di samping itu, umumnya para petani tidak begitu aktif bekerja setelah menanam dan menuai. Pada saat para petani atau nelayan ini tidak melakukan pekerjaan mereka, maka mereka menjadi penganggur. Penganggur seperti ini disebut pengangguran bermusim.
4.       Setengah menganggur
Di negara berkembang, angka migrasi dari desa ke kota sangatlah besar. Kebanyakan penduduk yang berpindah tempat ini tidak mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Mereka menjadi pengangguran penuh waktu. Sebagian lain ada yang memiliki pekerjaan paruh waktu, jam kerjanya lebih rendah dari jam kerja normal. Misalnya bekerja empat jam perhari atau hanya bekerja 3 hari dalam seminggu. Para pekerja yang seperti ini disebut dengan setengah menganggur.

Tujuan kebijakan pemerintah
Tujuan yang bersifat ekonomi
1.       Menyediakan lowongan pekerjaan.
Pertumbuhan penduduk terus bertambah setiap tahunnya, begitupun jumlah angkatan kerja. Setiap tahun pasti selalu bertambah. Pemerintah harus mengusahakan menciptakan lowongan pekerjaan baru setiap tahun untuk angkatan kerja yang semakin bertambah tersebut.  Sehingga jumlah pengangguran dapat ditekan dan berkurang.
2.       Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.
Kenaikan kesempatan kerja dan pengurangan pengangguran sangat berhubungan dengan pendapatan nasional dan produksi nasional. Tingkat kemakmuran masyarakat dapat dihitung secar kasara melalui pendapatan perkapita. Dengan pengadaan kesempatan kerja yang semakin banyak, maka akan mengurangi angka pengangguran yang kemudian berpengaruh terhadap penambahan pendapatan nasional dan juga meningkatkan pendapatan perkapita. Melalui perubahan inilah kemakmuran masyarakat akan bertambah.
3.       Memperbaiki pembagian pendapatan.
Pengangguran yang semakin tinggi menimbulkan efek yang buruk kepada pemerataan pembagian pendapatan. Pekerja yang menganggur tidak memperoleh pendapatan. Maka semakin besar angka pengangguran, semakin besar pula masyarakat yang tidak berpenghasilan. Dilihat dari sinilah, penambahan kesempatan kerja dapat digunakan sebagai alat untuk memeperbaiki pemabagian pendapatan dalam masyarakat.
Tujuan yang bersifat sosial dan politik
1.       Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
Ditinjau dari segi mikro, tujuan ini merupakan tujuan yang penting. Apabila dalam suatu rumah tangga banyak orang yang menganggur, maka akan menimbulkan berbagai masalah. Keluarga tersebut akan memiliki keterbatasan perbelanjaan dan keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan atau kesehatan. Sehingga upaya pengadaan kesempatan kerja ini akan meningkatkan kemakmuran kelurga dan kestabilan keluarga secara tidak langsung.
2.       Menghindari masalah kejahatan
Kebutuhan hidup setiap manusia pasti selalu ada dan cenderung harus terpenuhi. Bagi para penganggur, mereka tidak memiliki penghasilan yang tentu sementara kebutuhan mereka harus dipenuhi. Sehingga mereka melakukan usaha apapun untuk memenuhi kebutuhannya dan bahkan tak jarang sampai melakukan tindak kejahatan. Tidak di pungkiri, kejahatan dengan pengangguran itu sangat erat kaitannya. Sehingga penurunan jumlah pengangguran akan berakibat pula pada penurunan jumlah tindak kejahatan.
3.       Mewujudkan kestabilan politik
Kestabilan politik juga tidak kalah pentingnya dengan tujuan lain. Sebab jika kondisi politik stabil, maka akan mempermudah pemerintah dalam menjalankan perekonomian sehingga pertumbuhannya akan terus meningkat. Pengangguran merupakan salah satu penyebab ketidakstabilan politik, karena pengangguran ini menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Dalam perekonomian berpengangguran tinggi, masyarakat seringkali melakukan demonstrasi dan mengemukakan kritik kepada pemerintah. Hal ini akan berpengaruh terhadap kestabilan politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar